Oleh: Zumala FH
Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang mana kitab tersebut menjadi mukjizat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril secara berangsur-angsur. Al-Qur’an merupakan kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Al-Qur’an bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat muslim, tapi juga seluruh umat manusia yang abadi. Al-quran telah menjadi sumber pedoman atau rujukan bagi umat islam. Dengan al-quran semua permasalahan duniawi maupun ukhrowi dapat terpecahkan karena banyak mengandung nilai kehidupan.
Dalam pembahasan mukjizat al-Qur’an, saya sangat terkagum betapa indahnya al-qur’an ketika saya mempelajarinya secara rinci karena banyak hal yang tak terduga di dalamnya. Untuk kemukizatan al-qur’an bisa dilihat dari berbagai segi. Pertama, segi kebahasaan dan tata bahasanya. Gaya bahasa dalam al-qur’an sangatlah indah karena mampu membuat semua orang kagum dan terpesona bahkan sastranya tidak ada yang bisa menandingi. Selain itu kalimat-kalimat dalam bahasa al-qur’an memiliki kualitas yang sangat tinggi diantara lainnya karena di dalam kalimat tersebut terkandung nilai-nilai yang istimewa dan tidak akan pernah ada dari ucapan manusia. Kedua, segi hukum ilahi yang sempurna. Al-qur’an bersifat global dan universal yang di dalamnya terkandung berbagai macam hal yang mencakup aspek kehidupan duniawi maupun ukhrowi. Ketiga, segi berita tentang hal-hal yang ghaib. Seperti yang kita ketahui bahwa di al-qur’an terdapat berita-berita mengenai hari akhir yang semuanya dijelaskan oleh Allah untuk kita semua. Keempat, segi ketelitian redaksinya. Seperti keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya atau sinonimnya secara rinci dan lainnya. Kelima, segi isyarat-isyarat ilmiah. Sebagai tanggung jawab ilmiah atas problem zaman, al-qur’an menguraikan filosofi-filosofi ilmiah terkait ayat-ayat kauniyyah yang menjadi obek penelitian para ilmuwan dan pembahasan serius para mufassir yang concern terhadap pendekatan sains. Seperti contohnya adalah pembahasan sains al-qur’an tentang perbedaan sidik jari manusia, khasiat madu, dan pembahasan menarik lainnya.
Para ilmuwan modern melakukan penelitian secara mendalam akan khasiat madu secara ilmiah. Mereka membuktikan bahwa ternyata madu memang memiliki efek yang menguntungkan pada kondisi medis tertentu. Yaitu, madu dapat digunakan sebagai zat anti bakteri dan jamur, menyembuhkan luka bakar dan infeksi bekas operasi dan lainnya. Tapi keajaiban madu telah diungkapkan di dalam al-Quran maupun sunah 14 abad yang lalu. Seperti yang telah dijelaskan di dalam al-Qur’an “Dari perut lebah itulah dikeluarkan minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.” ( QS An-Nahl: 69). Penjelasan dari al-Qur’an dan sunnah mengenai madu ini, juga telah merambah dunia sains modern yang telah menerima dan melakukan penelahaan lebih mendalam atas penggunaan madu. Alquran bukan sekadar tuntunan hidup, tapi juga sumber ilmu pengetahuan. Karena al-qur’an memuat multidimensi yang diperuntukkan sebagai kebaikan umat manusia.
Mempelajari ulumul qur’an ini, tentunya sangat besar manfaatnya bagi saya. Sebab dengan mempelajari ulumul qur’an, khazanah ilmu pengetahuan tentang al-qur’an saya bertambah. Berawal dari sebatas mempelajari tafsir di pondok tentang bagaimana asbabun nuzul suatu surat dan bagaimana ilmu tajwid pada al-qur’an, sampai bisa mengetahui banyak hal tentang al-qur’an seperti sekarang ini. Dengan mempelajari ulumul qur’an, rasa kecintaan saya terhadap al-qur’an semakin bertambah.
(*)
