
Patinews.com – Kudus, Provinsi Jawa Tengah dikenal sebagai daerah yang kaya dengan kreasi batik klasik maupun kontemporer. Kekhasan motif batiknya terus diangkat guna menggali potensi pada masing-masing daerah Kabupaten / Kota se-Jateng.
Upaya tersebut juga dilakukan oleh TP PKK Provinsi Jawa Tengah melalui Talkshow dan Lomba Kreasi Batik Jawa Tengah bagi TP PKK Kabupaten / Kota se-Jawa Tengah.
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo tampil sebagai peserta dalam lomba yang mengangkat tema ‘Harmoni Paduan Keindahan Batik dan Tenun / Lurik dalam Modest Fashion’.
Kegiatan ini dilaksanakan di Daisy Room, Hotel MG Setos, Semarang, Rabu, 27 November 2019.
Talkshow dan Lomba Kreasi Batik dimaksudkan untuk menggali kreativitas dan potensi batik serta meningkatkan daya saing batik dengan menyesuaikan tren pasar, melestarikan keberlangsungkan karya seni batik untuk mempertahankan budaya warisan bangsa, membudayakan desain sesuai dengan moral dan budaya Indonesia, serta untuk mendorong rasa cinta dan bangga menggunakan produk dalam negeri. Lomba diikuti oleh 70 peserta dari unsur Pokja 3 TP PKK Kabupaten/kota se-Jateng yang masing-masing diwakili dua orang.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Hj. Siti Atikoh Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa setiap daerah Kabupaten / Kota di Jateng mempunyai potensi batik masing-masing. Banyaknya motif batik modern yang unik karya pengrajin batik di tiap daerah perlu diangkat melalui suatu pameran dan lomba. Pameran batik tidak hanya ditampilkan dalam bentuk kain, namun telah menjadi produk fashion siap pakai.
Sebagai nilai tambah, menurut Atikoh, batik dapat dikombinasikan dengan tenun dan lurik yang dituangkan kedalam sebuah busana.
Atikoh yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng rajin menggelar pemeran-pameran batik. Selain untuk mengangkat potensi batik daerah, pameran juga bertujuan untuk memacu inovasi para pengrajin batik.
Pihaknya menilai, tantangan para pengrajin batik saat ini adalah bagaimana menciptakan motif batik sesuai tren kaum milenial. Sehingga para pengrajin batik harus memperluas cakupan target pemasarannya, salah satunya dengan bekerja sama dengan desainer.
“Diperlukan inovasi dan desain yang bisa masuk ke seluruh lini, termasuk kalangan milenial. Harus ada inovasi-inovasi agar motif batik bisa sesuai dengan tren saat ini. Agar batik tidak hanya terpaku untuk dipakai di acara kondangan tapi bisa dalam berbagai acara dan kegiatan,” ujarnya. (*)





