
Patinews.com – Kediri, Agenda khusus yang melibatkan tokoh masyarakat , agama dan pemuda yang berada di Kota dan Kabupaten Kediri, diadakan Kodim 0809/Kediri berlebel komunikasi sosial (komsos) di aula Makodim Kediri. Sebagai pembicara pada agenda ini, Kasdim Kediri, Mayor Inf Joni Morwantoto dan Pasi Ter Kodim Kediri, Kapten Inf Warsito, selasa (25/04/2017)
“Kita tidak boleh memperdebatkan hak privasi seseorang untuk memilih apa yang dia yakini, selagi yang ia yakini itu sama sekali tidak bertentangan nilai moralitas dan memiliki konteks kerohanian yang jelas. Tidak etis juga kita melarang orang lain saat menjalani aktifitas kerohanian, apalagi dalam sila pertama sudah sangat jelas termuat KeTuhanan Yang Maha Esa dan lebih diperkuat lagi dalam UUD 1945 pasal 28a yang berbunyi setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya, serta pasal 29 ayat 2 yang berbunyi negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu,” jelas Mayor Inf Joni Morwantoto.
Lebih lanjut, Mayor Inf Joni Morwantoto mengajak seluruh tokoh masyarakat , agama dan pemuda yang berada di Kota dan Kabupaten Kediri untuk membangkitkan kesadaran toleransi, agar tidak terjadi peristiwa atau kejadian intoleransi di Kediri ini. Disamping itu menjaga persatuan dan kesatuan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat jauh lebih penting daripada menonjolkan egoisme semata maupun mengedepan kepentingan komunitasnya.
“Kediri akan damai bila masyarakatnya rukun dan saling menghormati, tetapi kedamaian itu akan terusik bila masyarakatnya sering berselisih, sering berdebat, sering bertengkar. Perbedaan dalam berpendapat atau beragumen itu hal yang wajar, tetapi bila mengarah pada permusuhan, itu baru tidak wajar,” ungkap Kapten Inf Warsito.
Di agenda ini juga diserahkan cinderamata kepada Margono yang sehari-hari sebagai Ketua RT di Desa Puhsarang, kendati berbeda keyakinan dengan warganya, Margono menjadi kepercayaan warganya untuk memimpin di strata lingkungan RT. Demikian juga Suyati yang sehari-hari sebagai salah satu anggota BPD yang tinggal tidak jauh dengan tempat ibadah di Desa Wates, walau berbeda keyakinan, Suyati tidak pernah absen untuk menghadiri aktifitas tahunan di tempat itu, dan hal itu dilakukan sebagai bentuk toleransi antar umat beragama. (pd)






