Kajian Kodikologi Manuskrip Al-Qur’an Ponpes Al-Yasir Jekulo
Disusun oleh:
Mahasiswa UIN sunan kudus
Kelompok 3:
Agus M Nuril Hidayatulloh (2330110006)
M Hasan Abdulloh (2330110010)
M Ihsan Hariyanto (2330110020)
Moh Ariqul Mahfud (2330110025)
Dosen Pengampu:
Azizatul Khusniyah, M. Hum.
Sebagaimana yang telah kelompok kami teliti, manuskrip mushaf alquran pondok Al-Yasir jekulo belum diketahui siapa penulis mushaf tersebut, informasi tentang penulis, tempat penulisan dan tahun penulisan naskah tidak ditemukan dalam teks, akan tetapi mushaf ini di yakini merupakan peninggalan dari leluhur keluarga Jekulo.
Naskah manuskrip Al-Qur’an ini disimpan di Perpustakaan Ponpes Al-Yasir, disimpan bersama manuskrip kitab-kitab lainnya. Kondisi manuskrip bisa dibilang baik, bisa dibaca tapi tidak utuh atau ada sebagian halaman yang hilang, kertasnya sebagian sudah robek dan bolong. Manuskrip ini menggunakan kertas Eropa dengan cap tanda kertas Propatria. Naskah ditulis dengan tinta warna hitam dan merah.
Naskah ini memiliki ukuran kertas dengan panjang 32 cm lebar 19,5 cm dan bidang yang berisi teks memiliki ukuran panjang 22,30 cm lebar 12,5 cm. Margin atas 4,6 cm, bawah 4,9 cm dan lipatan tengah 1,5 cm, tebal naskah 4,5 cm. Mushaf ini memiliki jumlah 15 baris setiap halaman, kecuali di akhir halaman ada surat yang di hiasi iluminasi. Rata-rata panjang baris adalah 11,5 cm. Naskah ini memiliki dua bagiam iluminasi, yaitu dalam tengah surat al-Kahfi dan surat al-Alaq, memiliki iluminasi bergaya tumbuh-tumbuhan dan geometris.
Rasm yang digunakan dalam mushaf ini adalah rasm utsmani dan rasm imla’i, namun mushaf ini lebih dominan menggunakan rasm imla’i. Contoh ketidak sesuaian penulisan dengan rasm utsmani terdapat dalam surat al-Alaq ayat 4 diatas, dengan menggunakan kaidah Al-Hadhf alif (Pembuangan Alif). Tanda awal surat, nama dan status Makkiyah Madaniyah ditulis menggunakan tinta merah.







