Jasa Raharja Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026, Perkuat Sinergi Nasional Pengamanan Mudik
Jakarta – Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar pada 2 Maret 2026 di Jakarta. Rakor strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, hadir menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama periode Operasi Ketupat 2026.
Dalam forum yang juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Wakapolri Dedi Prasetyo, ditegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian, TNI-Polri, lembaga, dan BUMN dalam menjamin kelancaran arus Lebaran.
Awaluddin menyampaikan bahwa fokus Jasa Raharja pada Angkutan Lebaran 2026 tidak hanya pada pembayaran santunan korban kecelakaan, tetapi juga memastikan kehadiran negara secara cepat dan terintegrasi saat risiko kecelakaan terjadi.
“Keberhasilan Operasi Ketupat sangat ditentukan oleh sinergi dalam satu ekosistem keselamatan nasional. Jasa Raharja tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Sejak Januari hingga Februari 2026, Jasa Raharja telah melakukan survei jalur tol dan arteri bersama Jasa Marga, serta pengecekan simpul kritikal seperti Pelabuhan Bakauheni–Merak. Koordinasi juga dilakukan dengan Korlantas Polri dan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja mengerahkan 2.000 petugas secara nasional, membentuk 29 tim reaksi cepat, menyiapkan 25 pos pelayanan terintegrasi, serta 15 tenda taktis di titik strategis. Selain itu, dilakukan 92 kegiatan dukungan keselamatan dan pemasangan 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, dan buffer zone di pelabuhan guna memastikan pengamanan berjalan efektif.
Kehadiran Jasa Raharja dalam Rakor ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan yang cepat, tepat sasaran, dan terintegrasi demi mewujudkan mudik Lebaran 2026 yang aman dan berkeselamatan.







