GUNUNGWUNGKAL, PATINEWS.COM
Penulis : Silviana Nur Fatimah (Peserta KKN MDR 2020 IPMAFA PATI, kelompok 1 KKN DAHSYAT)
Sudah hampir satu tahun krisis pandemi ini berlangsung. Pemerintah seluruh dunia telah berupaya dengan segala cara untuk mengakhiri wabah covid-19 ini. Karena wabah tersebut, aktivitas seluruh dunia menjadi seakan terhenti dan terbatasi.
Gerak dan momentum bagi sebagian individu maupun kelompok telah merubah kebiasaan mereka untuk adaptasi dengan peraturan baru yang telah resmi dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.
Segala upaya oleh pemerintah masing-masing negara, demi memutuskan rantai wabah covid-19 hingga tuntas. Hal tersebut tentunya dapat dilaksanakan dengan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat langsung untuk dapat mempraktekkkan hidup bersih dan sehat.
Dengan gotong royong dan kedisiplinan secara menyeluruh, dapat dipastikan bahwa wabah covid-19 ini perlahan dapat dientaskan, dan masyarakat dapat melakukan aktivitasnya di luar tanpa perlu rasa khawatir.
Di Negara Indonesia, dengan masyarakat nya yang majemuk dan banyak kegiatan adat istiadat maupun acara lainnya, tahun ini serasa sangat sepi. Jika memungkinkan untuk mengadakan acara, itupun harus dengan protokol kesehatan yang ketat.
Semisal menyediakan tempat cuci tangan, dan harus memakai masker. Memang ini adalah kebiasaan baru yang harus dipraktekkan, demi keselamatan bangsa dan Negara. Terlebih lagi bagi daerah pedesaan yang terbiasa berkumpul, tentunya wabah covid-19 ini mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu contoh kegiatan di Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal yaitu kegiatan ibu-ibu PKK, masih dapat melaksanakan kewajibannya sebagai bakti mengabdi kepada desa dan masyarakat dengan tetap mengutamakan kebersihan dan keselamatan antar sesama, dengan cuci tangan dan memakai masker setiap kali menghadiri acara. Upaya sekecil apapun demi mencegah penyebaran covid-19 di Desa Giling, telah dilakukan selama pandemi ini berlangsung.
Ibu-ibu PKK sebagai penggerak masyarakat memiliki andil besar dalam menjalankan program pencegahan virus kepada keluarga. Dengan sikap saling peduli dan bersama-sama memecahkan masalah yang ada di desanya, ibu-ibu PKK nyatanya adalah seorang pahlawan pekerja keras yang tak terlihat dimata, namun akan terasa jika tidak ada kehadirannya.
Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap dua kali dalam sebulan di Desa Giling, membahas setiap permasalahan yang ada dilingkungan sekitar yang harus dipecahkan bersama-sama.
Di desa Giling sendiri terdapat kegiatan masyarakat yang masih dijalankan, tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurut ibu kasri sebagai ibu kepala desa sekaligus ibu kepala PKK giling, menyatakan bahwa kegiatan di desa giling masih lancar dengan tetap mematuhi protocol kesehatan, yaitu 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak).
Tentunya setiap momen acara seperti posyandu, posbindu, kelas ibu hamil, kelas balita, disediakan tempat cuci tangan, handsanitaizer, dan pembagian masker.
Kegiatan yang ada di Desa Giling harus masih tetap berjalan, demi keberlangsungan hidup masyarakat agar dapat tertata dan terdata jika ada warga yang terjangkit covid-19. Inilah tugas ibu PKK dimasa pandemi ketika setiap kali menghadiri pertemuan, mereka saling mengungkapkan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar untuk dicari solusinya bersama.
Misalnya tentang penyuluhan bagi warga lansia, program kelas ibu hamil agar mendapatkan pertolongan pertama, dan balita yang mengalami tumbuh kembang dibawah standard kesehatan.
Tidak hanya permasalahan kondisi kesehatan warga nya saja, tetapi juga membahas terkait administrasi dan struktur organisasi yang ada didalamnya, misalnya pembentukan kader posyandu, yang mana kader posyandu mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mendata, memonitoring, dan melaporkan bayi atau balita yang ada di desanya jika mengalami stunting, gizi buruk, dan lain sebagainya.
Selain itu, semua ibu RT dan Ibu RW diikutsertakan setiap kali ada pertemuan, agar pihak RT/RW terkait dapat menangani warganya jika ada kesulitan.
Tentunya, hasil dari rapat pertemuan ibu PKK tersebut dilaksanakan dengan sepenuh hati, dan demi mengabdi kepada Desanya tercinta, segala upaya dilakukan untuk memajukan Desanya menjadi lebih baik. Selama masa pandemi belum berakhir, diharapkan masyarakat desa Giling bersama-sama saling bersinergi memperkuat mental, imunitas tubuh, dan kesehatan agar generasi penerus bangsa yang ada di pelosok desa dapat membangun Negri selanjutnya menjadi penerus yang sehat jasmani, rohani.
(*)






