
Globalisasi merupakan proses mendunia atau menyeluruh, dimana setiap orang tidak terikat oleh batas-batas wilayah bahkan Negara. Kita tentu tidak asing dengan istilah globalisasi. Perubahan dari zaman ke zaman hingga ke tahap peradaban manusia seperti sekarang ini, adalah salah satu keberhasilan ilmu pengetahuan yang mengubah dunia. Tahapan demi tahapan teknologi terlalui, sehingga menuju ke teknologi modern atau yang sering kita kenal dengan teknologi digital. Di era digital dan kemajuan teknologi yang pesat seperti sekarang, proses globalisasi semakin berkembang dengan cepat pula. Adanya internet membuat komunikasi dan koneksi global menjadi lebih mudah dan cepat. Globalisasi seakan mampu mencakup semua orang tanpa dihalangi oleh batas wilayah. Globalisasi dizaman sekarang sudah memasuki era 4.0, yang mana segala peradaban manusia dikuasai dan dijalankan oleh Dunia virtual.
Zaman digital merupakan zaman pemberi kemudahan pada manusia, hampir semuanya melalui digital, belanja online, ojek online, membuat SIM (Surat Izin mengemudi) secara online, dan semuanya serba online. Seolah-olah tidak ada lagi hambatan bagi manusia untuk melakukan aktivitasya. Media digital sendiri bisa didapatkan melalui komputer maupun smartphone yang mana selalu dibawa oleh manusia, terutama generasi milenial dalam melakukan kegiatannya.
Disamping kemudahan dan keuntungan globaliasi, tentu saja ada dampak yang kurang baik bagi generasi milenial. Dampak tersebut yaitu, secara sosio kultural media digital lambat laun telah menghilangkan jabat tangan. Hal tersebut telah kita alami pada momen hari raya idul fitri, kerabat, sahabat, dan teman yang dulunya ketika lebaran masih bersilaturrahim, seiring perkembangan digital merekan lebih suka memilih bermaaf-maafan melalui media sosial. Dan juga telah mengikis budaya sapaan. Dengan demikian, sosialisasi terhadap orang lain lambat laun akan hilang, dan manusia cenderung bersifat individualisme. Hal seperti ini sering kita jumpai disekeliling kita, ketika seseorang telah asik memainkan smartphone-Nya mereka cuek akan keadaan yang ada disekitar mereka, bahkan diajak bicara pun tidak merespon. Sehingga seseorang akan menikmati kesendiriannya walaupun disekitar mereka terdapat banyak orang.
Pengaruh selanjutnya yaitu, mudahnya akses internet, yang mana juga dapat mempermudah penyebaran berita hoax. Apabila user media sosial kurang bijak dalam menggunakan media sosial, maka mereka akan lebih mudah termakan berita hoax yang dapat menimbulkan fitnah bahkan tindakan kriminal.
Masih banyak lagi dampak perkembangan digital bagi generasi milenial, peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak-anak mereka yang sudah berkecimpung dalam dunia digital. Dampingi mereka ketika menggunakan gadget dan batasi ketika berselancar di dunia maya.
Apa yang harus dilakukan oleh generasi milenial supaya tidak terjerumus kedalam jurang digital?
Pintar-pintar dalam memilih media. Dan, gunakan media digital untuk memperbanyak teman yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang positif.
Penulis: Mutia Nur Farida (Mahasiswa IPMAFA Pati Prodi Pengembangan Masyarakat Islam)