
PatiNews.Com – Tokoh, Tidak pernah terbayangkan, seorang anak yang dilahirkan di sebuah desa bernama Kedalon, Kecamatan Batangan Pati, Jawa tengah. Dimana jauh dari hingar bingar keramaian kota, pernah berfikir sampai ke Jerman untuk dapat melihat secara langsung stadium salah satu team kebanggaannya, yaitu Bayer Munchen, Jerman.
“Masih jelas dalam memori saya, satu desa hanya ada satu TV, dimana ayah saya sebagai seorang kades membeli TV untuk dinikmati bersama dengan warga satu kampung, rasanya sedih sekali ketika tim bola kebanggaan sedang tampil terlewatkan hanya gara – gara masyarakat saat itu sedang asik menonton tayangan lain, alhasil hanya radio ulanganlah yang kami andalkan untuk memuaskan keinginan kami mengetaui jalanya pertandingan malam itu”, ujar Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu.
“Apapun yang saya dapatkan saat ini adalah sebuah pertolongan dari Allah Ta’ala, saya meyakini bahwa Tuhan Semesta alam tidak akan pernah membiarkan doa dan kerja keras setiap hambanya yang ingin merubah nasibnya”, imbuh Ketua DPP Golkar tersebut.
Tahun demi tahun bergulir begitu cepat, tidak terasa rasanya baru kemarin tahun 2017, sekarang sudah berubah 2018. Tentunya hal ini patut kita fikirkan dan renungkan. Apa yg telah kita lakukan? Apa yg perlu kita koreksi?.
“Kali ini saya akan bicara soal anak muda, dimana tantangan dan masa depan bangsa ada di setiap langkah yang harus mereka lewati. Adek – adekku, janganlah kita terjebak dalam ruang waktu dan belenggu teknologi, rasanya sudah tidak saatnya anak muda hanya menjadi generasi pemantau, hanya memantau prestasi kawannya lewat media sosial, tidak saatnya anak muda hanya menjadi generasi penunggu. Dimana waktu akan terus menggerus masa mudanya. Akhirnya menjadi pasif dan tidak mengenal dunia luar”, imbuh Ketua IKKP.
Manfaatkanlah teknologi yang ada saat ini untuk meraih apa yang kalian cita – citakan, selama matahari belum terbit dari barat, tidak ada alasan untuk kalian menyerah.
“Ingat kawan, semua orang dalam 1 hari diberi kesempatan waktu yang sama yaitu 24 jam. Kenapa dia bisa sukses, sedangkan ‘aku’ tidak?. Artinya adalah, janganlah kita menyalahkan waktu yang ada, Tuhan telah bertindak adil terhadap seluruh makhluknya, hanya usaha dan tekat menjadi penentu apa kita mampu meraih mimpi kita”, beber Firman.
Akhirnya, Selamat Tahun Baru untuk kalian semua, semoga kalian tetap “GO”, Go untk tetap berjuang memperjuangkan apa yang kalian cita-citakan. (tm)






