Edisi Toga Wisuda Murah, Bersama Kelompok Wanita Tani Desa Karangsari Cluwak

CLUWAK, PATINEWS.COM

(04/08/2020) Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar bagi masyarakat. Tidak sedikit kerugian telah dialami oleh masyarakat terutama di sektor ekonomi, banyak dari mereka yang khawatir bukan hanya karena adanya COVID-19 tetapi karena keadaan ekonomi yang semakin memburuk.

Hal ini menimbulkan kecemasan yang dapat menyebabkan turunnya imunitas tubuh. Jika kondisi kesehatan sudah menunjukkan gejala sakit, masyarakat banyak yang enggan memeriksakan kesehatan karena lagi dan lagi terkendala masalah ekonomi dan menganggap bahwa sakit yang diderita akan sembuh dengan sendirinya.

Bantuan ekonomi di Desa Karangsari Kecamatan Cluwak, Pati, Jateng, datang dari berbagai pihak, namun bantuan tersebut tentunya tidak bertahan selamanya, masyarakat harus tetap berjuang untuk kehidupannya. Sebagian besar penduduk di Desa Karangsari bermata pencaharian sebagai petani dan wilayahnya pun banyak dimanfaatkan sebagai lahan persawahan dan perkebunan. Desa ini memiliki 8 kelompok tani yang tersebar di masing-masing Rukun Warga (RW) dengan 7 kelompok tani umum dan 1 kelompok wanita tani.

Salah seorang ibu rumah tangga sekaligus petani yang pernah saya temui pernah berkata, Wong urip ning ndeso ramungkin mlarat banget sampe gaiso mangan, soale ning sanding omahe dewe iso dipangan kabeh yang artinya Orang hidup di desa tidak mungkin sangat miskin sampai tidak bisa makan, karena di dekat rumahnya sendiri bisa dimakan semua hal ini berarti masyarakat akan mampu bertahan jika mampu memanfaatkan potensi alam di lingkungan sekitar dengan baik.

Masyarakat juga sering memanfaatkan apa yang ia tanam untuk dikonsumsi sebagai obat herbal, namun saat ditanya sumber ilmunya darimana, mereka mengatakan hanya berdasarkan pada jarene atau katanya saja.

Berdasarkan hal ini mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 2 tahun 2020 berinisiatif untuk melakukan program Edisi Toga Wisuda Murah. Apakah ini program bagi-bagi toga gratis? Bukan, apakah membuat acara wisuda? Bukan.

Jadi Edisi Toga Wisuda Murah adalah sebuah kependekan dari program bertajuk Edukasi Asik Tanaman Obat Keluarga Wilayah Desa dan Akupresur Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat dari tanaman obat keluarga yang berada di dekat masyarakat sebagai obat herbal dan pijat akupresur untuk mengurangi kesakitan yang dialami masyarakat.

Program ini mengambil 2 fokus, yaitu tanaman obat keluarga dan akupresur. Tanaman obat keluarga ini merupakan tanaman yang biasa ditemui di wilayah desa dan beberapa adalah tanaman yang memang dikembangkan oleh kelompok wanita tani ini sendiri. Biasanya mereka hanya menjual dan menggunakan sisa penjualan sebagai bahan dapur untuk masakan saja. Namun dalam kegiatan ini telah dijelaskan pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai obat herbal beserta racikan ramuan, efek samping, kontra indikasi, dosis, serta cara memilih bahan baku, pentingnya menjaga kebersihan alat maupun diri, penggunaan alat yang tepat dalam pengolahan ramuan herbal.

Sedangkan akupresur diajarkan untuk menambah efektivitas dari pengobatan. Akupresur merupakan terapi komplementer bukan sebagai pengobatan yang utama. Hal ini diberikan karena merupakan hal yang mudah dan murah untuk dilakukan masyarakat desa.

Kegiatan dilakukan pada hari Selasa, 4 Agustus 2020 pukul 09.00 11.00 WIB di kediaman ibu Sasmini selaku ketua kelompok wanita tani bertepatan dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggunya. Kegiatan ini diikuti oleh 9 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yakni menggunakan handsanitizer terlebih dahulu, menjaga jarak antar peserta, menggunakan masker (semua peserta diberikan masker oleh mahasiswa). Kegiatan dilakukan dengan menjelaskan terlebih dahulu tentang Adaptasi Kebiasaan Baru kemudian penjelasan tentang Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur.

Media yang mahasiswa gunakan adalah leaflet untuk Adaptasi Kebiasaan Baru dan buku cetak untuk Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur. Tanya jawab dilakukan secara langsung selama berlangsungnya penjelasan, dan di akhir kegiatan dilakukan pengecekan tekanan darah untuk semua peserta dalam rangka monitoring hipertensi warga. Peserta mengatakan bahwa mereka senang sekali diberi edukasi terkait tanaman obat keluarga, karena sebelumnya belum pernah ada edukasi terkait hal ini dan mereka menyadari bahwa tanaman di sekitar kita ternyata banyak sekali manfaatnya.

Masyarakat cenderung menyukai hal yang mudah untuk dilakukan dan sesuai dengan kebiasaannya, namun jika kebiasaan yang dilakukan berasal dari sumber yang tidak diketahui kebenarannya maka akan berbahaya jika muncul efek samping di kemudian hari. Oleh karena itu edukasi yang tepat dengan sumber yang jelas dan valid akan memberikan pengetahuan baru dan tentunya ketenangan dalam menjalankannya. Tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan kondisi kesehatan diri sendiri, karena banyak cara untuk meningkatkan kesehatan, yang terpenting adalah mencintai dan memahami diri sendiri.

Penulis : Rikha Paramitta

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Lakukan Inovasi Birokrasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Wabup Pati Terima PWI Jateng Award 2020

Lakukan Inovasi Birokrasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Wabup Pati Terima PWI Jateng Award 2020 JATENG,…

27 September 2020

Beredar [HOAKS] Pesan WA Mengatasnamakan DJP Kabupaten Pati

Beredar [HOAKS] Pesan WA Mengatasnamakan DJP Kabupaten Pati PATINEWS.COM, Beredar sebuah informasi melalui Broadcast WhatsApp…

27 September 2020

265 Keluarga di Jakenan, Terima Bantuan Beras

265 Keluarga di Jakenan, Terima Bantuan Beras JAKENAN, PATINEWS.COM Penyaluran Bantuan bantuan Beras dari Bulog…

26 September 2020

Tampil di Gelar Budaya Etnis, KMPP Yogyakarta Kenalkan Baju Adat Pati

Tampil di Gelar Budaya Etnis, KMPP Yogyakarta Kenalkan Baju Adat Pati YOGYAKARTA, PATINEWS.COM KMPP (Keluarga…

26 September 2020

Impian Mbah Ngasinah, Warga Bancak Gunungwungkal Akhirnya Terwujud

Impian Mbah Ngasinah, Warga Bancak Gunungwungkal Akhirnya Terwujud GUNUNGWUNGKAL, PATINEWS.COM Program bedah Rumah Tak Layak…

26 September 2020

Gandeng Pegadaian, Kodim Pati Bedah Rumah di Wedarijaksa

Gandeng Pegadaian, Kodim Pati Bedah Rumah di Wedarijaksa WEDARIJAKSA, PATINEWS.COM Dalam rangka menyambut HUT ke-75…

26 September 2020