DPRD Pati Dorong Pemkab Genjot PAD, Potensi Parkir hingga Wisata Dinilai Belum Maksimal
PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Anggota DPRD Kabupaten Pati, Didin Syafruddin, mengatakan bahwa peningkatan PAD sangat penting karena menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah. Semakin besar PAD yang dimiliki daerah, semakin luas pula ruang gerak pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau berbicara di Pemerintah Kabupaten Pati yang perlu ditingkatkan adalah PAD. Kalau PAD kita tinggi, mengelola Pati ini kan enak. Tapi kalau PAD-nya kecil, ya susah, mau membangun butuh duit,” ujar Didin.
Menurutnya, Kabupaten Pati memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Berbagai sektor yang selama ini telah memberikan kontribusi terhadap PAD dinilai masih memiliki peluang untuk dioptimalkan.
Didin menyebut sektor retribusi parkir, wisata, perikanan, hingga industri kecil dan menengah sebagai sumber pendapatan yang berpotensi memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah apabila dikelola secara maksimal.
“PAD itu potensinya banyak. Bisa dari parkir, wisata, perikanan, bisa juga dari industri kecil. Mungkin itu yang perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Selain mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang sudah ada, ia juga mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi dalam pengelolaan aset dan potensi ekonomi lokal agar mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar.
Di sisi lain, Didin menilai kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pendapatan daerah sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Beberapa BUMD yang perlu mendapat perhatian, lanjutnya, antara lain Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan bank daerah yang selama ini menjadi salah satu sumber kontribusi terhadap PAD Kabupaten Pati.
“BUMD juga perlu ditingkatkan pengelolaannya, baik PDAM maupun bank daerah. Kalau pengelolaannya semakin baik, tentu kontribusinya terhadap PAD juga akan meningkat,” jelasnya.
Didin optimistis apabila potensi-potensi tersebut dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan, maka PAD Kabupaten Pati akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Dengan meningkatnya pendapatan daerah, pemerintah akan memiliki kemampuan yang lebih besar dalam membiayai pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau PAD meningkat, pembangunan juga bisa lebih maksimal dan manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Pati,” pungkasnya.







