Categories: BeritaFeatured

Dinda Rohmatul Ummah, Jadi Pebisnis Muda Inspiratif Ditengah Keterbatasan

oleh: Endah Lestari

Kuliah adalah aktivitas kesehariannya. Di samping itu, Gadis ini juga aktif dalam kegiatan kampus. Ia mengidap sakit epilepsi sejak kecil, Perasaan tidak karuan menghampiri ketika mengetahui dirinya mengidap sakit epilepsi

“Sedih pasti, tetapi harus tawakal percaya bahwa setiap penyakit ada obatnya dan Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya, Percaya bahwa hikmah Allah itu ada,” ujarnya.

Dia adalah Dinda Rohmatul Ummah atau sering disapa dengan sebutan Dinda. Dinda lahir di daerah bernama Sowan Kidul kecamatan Kedung, kabupaten Jepara tanggal 04 Oktober 1999 lalu.

Sejak kecil umur 14 bulan Dinda ikut merantau Bapak dan Ibunya di Jakarta Utara, Tepatnya di Tangerang hingga sampai usia 17 bulan. Lalu kemudian pindah di Lamongan Jawa Timur samapai usia 27 bulan lalu pindah ke Jepara tepatnya di Sowan Kidul Kedung selama 3 bulan dan masuk TK di BA Aisyiah dan MI di MIM Roudhotus Sibiyan, Dengan melanjutkan jenjang pendidikan di MTS Roudhotul Mubtadin Balekambang Nalumsari Jepara sampai selesai hingga melanjutkan di MA Matholibul Huda Bugel Kedung Jepara dan Melanjutkan jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi IAIN Kudus.

Dinda memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dengan segala keterbatasan sakit epilepsi yang di deritanya. Sejak bayi umur 4 bulan sampai 14 bulan, Ia pernah mempunyai sakit step dengan gejala panas tinggi dan kejang tetapi sudah dinyatakan sembuh oleh dokter spesialis anak di Jakarta, MTS kelas 2 kambuh demam tinggi dan kejang lalu di bawa ke bidan desa.

Lanjut MTS kelas 3 itu awalan kejang lalu dibawa ke bidan desa lagi namun dari pihak bidan tidak menyaanggupi dan akhirnya dinda diberikan surat rujukan oleh bidan Nur Hidayah ke dokter spesialis syaraf Dr. Teguh Wibowo S.P.S. Akhirnya beliau menjalani pengobatan rutin di Dr. Teguh, Obat pertama yang diberikan yaitu obat racikan dengan dosis 100 mg (1 kapsul), Obat kejang dan obat penenang hingga kontrol rutin 2 minggu sekali. Setelah sering mengalami kejang dan pada saat itulah ia sudah didiagnosa mengidap sakit epilepsi.

Epilepsi yang berkembang di tengah masyarakat adalah semacam penyakit yang ditandai dengan kejang tiba-tiba serta mengeluarkan air liur berwarna putih. yang disusul dengan tidak sadarkan diri, Terjatuh, Tubuh tegang, Lalu disusul dengan gerakan-gerakan kejang tanpa terkendali di seluruh tubuh. Kejang biasanya berlangsung paling lama lima menit. Sesudahnya penderita bisa mengalami sakit kepala, Linglung sementara, Merasa sangat lelah dan biasanya tidak dapat mengingat apa yang terjadi setelah kejang.

Sakit tersebut tak menjadi penghalang untuk dinda terus berkarya. Tidak seperti para pengidap sakit epilepsi seperti umumnya, Ia tetap beraktivitas seperti orang normal dan tidak putus pendidikan. Penyakit Epilepsi tidak memutus harapannya tentang segala hal yang ada dihidupnya hingga berbagai bisnis ia tekuni.

Dinda mulai merambah bisnis Oriflame tahun 2017 tepatnya ia masih duduk di bangku perkuliahan semester 2, Awalnya Dinda terinspirasi bisnis oriflame dari ingin menambah uang saku, Walaupun uang saku dari orang tuanya tidak kurang atau dalam artian cukup tetapi ia ingin memotivasi orang lain bahwa sakit itu tidak menjadi penghalang untuk sukses, Dinda mencoba untuk sukses di oriflame dan menjual produk tersebut melalui media sosial maupun online melalui berbicara dengan orang-orang sekelilingnya dan menjual produk dengan selalu semangat promosi melalui facebook, Instagram, Story di whatsapp atau kadang mengirimkan promo-promo yang ada dikontak whatsapp yang dimilikinya.

Kemudian akhir Februari 2018. Dinda mencoba bisnis paytren sebagai pelengkap bisnis yang dimilikinya, Karena sebelumnya sudah berbisnis di bidang oriflame yang mencakup make up, dan kesehatan, Akhirnya ia mencoba hal yang lain dengan bisnis paytren di bidang aset, Investasi, Listrik, PDAM, Pulsa, Tiket kereta api, Tiket pesawat dll. Bisnis yang dijalaninya tidaklah berjalan lancar terus menerus, Namun banyak kendala yang dialami, Dari mulai penipuan hingga ratusan ribu yang membuat uang modal awal dinda untuk berbisnis hilang dengan sekejappun pernah ia alami, Namun hal tersebut tak meruntuhkan semangatnya karena usaha pasti ada rintangan. Segala hal yang ada dalam dirinya selalu ia syukuri sebagai bagian dari perjalanan hidup.

“Untuk para pengidap sakit epilepsi bahwa tetap semangat jangan menganggap epilepsi sebagai penyakit dan cobaan, Anggaplah itu anugerah dari Tuhan, Jangan minder, Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing pada dirinya, Tetap optimis sembuh, Selalu berdoa, Jaga kesehatan dan kerja keras dalam segala hal, Lengkapi kekurangan dengan berjuta kelebihan yang di berikan sang pencipta dan Sakit itu bukan penghalang untuk kita terus belajar, Banyak orang yang menderita epilepsi mampu kuliah sampai S3 di luar Negeri (Ujar dokter sebagai motivasinya) Epilepsi bisa sembuh tetap semangat, Salam sembuh and salam sukses,” tutur Dinda.

(*)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Wabup Dorong Pemuda Tumbuhkan Semangat Berwirausaha

Wabup Dorong Pemuda Tumbuhkan Semangat Berwirausaha PATI, PATINEWS.COM Wakil Bupati Pati Saiful Arifin memberikan motivasi…

27 September 2020

Lakukan Inovasi Birokrasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Wabup Pati Terima PWI Jateng Award 2020

Lakukan Inovasi Birokrasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Wabup Pati Terima PWI Jateng Award 2020 JATENG,…

27 September 2020

Beredar [HOAKS] Pesan WA Mengatasnamakan DJP Kabupaten Pati

Beredar [HOAKS] Pesan WA Mengatasnamakan DJP Kabupaten Pati PATINEWS.COM, Beredar sebuah informasi melalui Broadcast WhatsApp…

27 September 2020

265 Keluarga di Jakenan, Terima Bantuan Beras

265 Keluarga di Jakenan, Terima Bantuan Beras JAKENAN, PATINEWS.COM Penyaluran Bantuan bantuan Beras dari Bulog…

26 September 2020

Tampil di Gelar Budaya Etnis, KMPP Yogyakarta Kenalkan Baju Adat Pati

Tampil di Gelar Budaya Etnis, KMPP Yogyakarta Kenalkan Baju Adat Pati YOGYAKARTA, PATINEWS.COM KMPP (Keluarga…

26 September 2020

Impian Mbah Ngasinah, Warga Bancak Gunungwungkal Akhirnya Terwujud

Impian Mbah Ngasinah, Warga Bancak Gunungwungkal Akhirnya Terwujud GUNUNGWUNGKAL, PATINEWS.COM Program bedah Rumah Tak Layak…

26 September 2020