• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Featured

Dibalik Majunya Sablon Rumahan

patinews.com by patinews.com
3 Mei 2020
in Featured
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dibalik Majunya Sablon Rumahan
64
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Penulis: Kartika Larasati

Usia senja tak memudarkan semangatnya untuk tetap bisa memajukan usaha yang di bangunnya sejak kurang lebih 25 tahun silam. Iya, Bapak Slamet namanya. Beliau merintis karirnya mulai dari usia muda. Beliau sempat merantau di Jakarta dan bekerja di salah satu perusahaan sablon disana. Setelah beberapa tahun bekerja di Jakarta, akhirnya beliau memutuskan membangun usaha sablon sendiri di kampung halaman.

RelatedPosts

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda

Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro

Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut

Usaha sablon Bapak Slamet masih menggunakan tenaga manual, yaitu tenaga manusia. Beliau belum menggunakan mesin untuk produksi sablonnya. Terdapat berbagai alat juga disana, seperti alat potong, alat las plastic dan lain sebagainya. Di tahun 2000 an, usaha sablon Bapak Slamet berkembang dengan pesat. Karyawan beliau cukup banyak, kurang lebih 15 orang. Dalam usaha rumahan karyawan tersebut sudah termasuk banyak, sebanding dengan orderan yang datang. Karyawan Bapak Slamet rata-rata tetangganya sendiri.

Beliau mengajak mereka untuk bekerja demi mensejahterakan perekonomian mereka. Dulu, karyawannya banyak yang belum berumah tangga. Lambat laun, karyawan beliau pun satu persatu mulai berkurang, karena mereka sudah berumah tangga. Gaji dari menyablon dirasa belum bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sepenuhnya. Jadi, mereka banyak yang keluar dan mencari perkerjaan lain. Memang, gaji dari hasil sablon tidak seberapa. Dilihat dari konteks usaha tersebut adalah usaha di bidang jasa. Jadi, jika tidak ada orderan secara rutin, kebanyakan dari mereka memang diliburkan.


Sampai pada akhirnya tempat sablon Pak Slamet hanya tinggal 2 karyawati saja. Dengan 2 karyawati tersebut, sablon Bapak Slamet masih terus beroprasi. Kemudian setelah keponakannya lulus sekolah, kemudian ia ikut membantu meneruskan usaha sablon tersebut. Keponakannya bekerja juga di tempat sablon itu. Kemudian salah satu karyawati memutuskan untuk berhenti bekerja, dengan alasan yang sama seperti karyawan-karyawan sebelumnya yaitu karena sudah berumah tangga. Lagi-lagi tinggal 2 karyawan. Karyawati yang telah lama bekerja dengan beliau dan sudah menjadi tangan kanan beliau akhirnya pun memutuskan untuk resign. Itu salah satu pukulan luar biasa yang di hadapi Bapak Slamet, karena orang kepercayaannya memutuskan untuk resign. Bapak Slamet pun sempat sakit. Mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya begitu banyak, dan beliau juga harus membiayai pendidikan kedua anaknya. Waktu itu anak pertama beliau mengenyam pendidikan di perguruan tinggi swasta di Kota Kudus, dan anak kedua masih SMP. Belum lagi beliau sempat ditipu oleh customernya, karena tagihan tidak dibayar.
Usaha beliau tidak hanya sampai disitu. Bapak Slamet masih menekuni usaha sablonnya di bantu oleh keponakannya. Beliau sempat membuka lowongan kerja, dan setelah itu mulailah ada beberapa orang menawarkan untuk bekerja di sablonannya tersebut. Mulai dari situ perlahan-lahan usaha sablon beliau kembali normal lagi. Saat ini karyawan beliau ada 8 orang. Setiap harinya selalu beroprasi kecuali hari Minggu. Selain usaha sablon, beliau juga menyediakan jasa printing. Mulai dari cetak undangan, print, sampai design. Dibantu oleh anak kandungnya yang sudah lulus kuliah. Beliau sekarang masih menyekolahkan anak keduanya di perguruan tinggi yang sama seperti anak pertamanya dulu. Kini usahanya maju dengan pesat. Orderan terus berdatangan. Alatnya pun sudah mulai memadahi. Pak Slamet kini juga membangun sebuah tempat untuk toko persis didepan rumahnya, yang nantinya akan dijadikan sebagai fotokopi.


Semakin tinggi pohon yang tumbuh, maka akan semakin tinggi pula angin yang menerpa. Mungkin itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan bagaimana sulitnya mempertahankan bisnis atau usaha yang beliau miliki. Di balik majunya sablon rumahan terdapat sebuah kesabaran, kerja keras dan tekad yang kuat dari Bapak Slamet.

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda
Featured

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda

18 Agustus 2025
26
Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro
Featured

Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro

9 Agustus 2023
444
Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut
Berita

Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut

3 Agustus 2023
142
Melangkah ke Era Teknologi : Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Siswa Sekolah Dasar di Desa Purworejo dengan Perangkat Elektronik Otomatis
Featured

Melangkah ke Era Teknologi : Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Siswa Sekolah Dasar di Desa Purworejo dengan Perangkat Elektronik Otomatis

19 Juli 2023
229
Menguak Mitos Nasi Menangis
Featured

Menguak Mitos Nasi Menangis

20 Agustus 2021
424
Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Semarang Membuat Program Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Website pada Mitra Facta Tailor Semarang
Featured

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Semarang Membuat Program Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Website pada Mitra Facta Tailor Semarang

5 Juli 2021
104
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Kesiapan Satuan Yon TP dan Brigif 43/Muria
  • Kapolres Rembang Pimpin Upacara Persemayaman dan Pemakaman Aiptu Dwi Sulistio Secara Kedinasan
  • Hotman Paris Minta Korban P3nc4bul4n di Pati Jangan Takut Bersuara
  • MTsN 1 Pati Borong Empat Gelar Juara di POPDA Kabupaten Pati 2026
  • Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati Jadi Tersangka, Polisi Buru Pelaku
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.