
Patinews.com – Kediri, Menyikapi kondisi terkini, Danramil Pare, Kapten Arh Ajir memanfaatkan momentum pembinaan Ketua RT dan RW se-Kecamatan Badas, untuk memberikan wawasan kebangsaan terkait gejala masuknya doktrin-doktrin yang sengaja atau tidak sengaja digulirkan oknum-oknum tertentu dengan membawa latarbelakang yang berhubungan erat dengan fanatisme. Pembinaan Ketua RT dan RW ini sendiri dihadiri Kapolsek Pare, AKP Mustakim dan Camat Badas, Syaiful Huda serta hampir 100% Ketua RT dan RW se-Kecamatan Badas, rabu (10/05/2017)
Sebelumnya, Syaiful Huda memberi apresiasi kepada undangan yang hadir ,khususnya Ketua RT dan RW, bahkan mungkin pertemuan ini adalah pertemuan terbesar dalam agenda khusus Pemkab Kediri, dikarenakan tercatat hampir 100% Ketua RT dan RW hadir. Ini bsa dilakukan karena hampir 100% Ketua RT dan RW yang ada di kecamatan Badas berprofesi sebagai petani, dan hal tersebut bisa dimaklumi, berbeda apabila sebagian besar berprofesi sebagai PNS atau pegawai swasta.
“Hati-hati, saya ulangi hati-hati, saat ini banyak berkeliaran orang-orang yang membawa doktrin-doktrin yang keliru dan salah. Bapak-bapak ibu-ibu harus waspada, jangan mudah diplencengkan, jangan mudah tergoda. Mereka yang membawa doktrin-doktrin menyesatkan itu seperti serigala berbulu domba. Mereka itu liar tidak terkendali. Mereka lebih ganas dari macan di hutan,” Kapten Arh Ajir.
Lebih lanjut, Kapten Arh Ajir menjelaskan bahwa kondisi saat ini sangat rentan terhadap isu-isu miring atau negatif, terutama adanya indikasi membelokan fakta sejarah dari Pancasila. Bahkan ada yang terang-terangan mempertanyakan haram tidaknya hormat bendera, haram tidaknya mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa. Lebih parah lagi, ada juga yang menolak tegas menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Disamping wawasan kebangsaan, AKP Mustakim juga membeberkan seputar bahaya narkoba di kalangan pemuda, dikarenakan saat ini wabah pengguna narkoba sudah masuk ke desa-desa. (Pendim Kediri)






