Bulan Ramadhan, Bulan Suci Penuh Ketaqwaan

Bulan Ramadhan, Bulan Suci Penuh Ketaqwaan

Oleh: Damae Mafazaa
(Penulis Ideologis)

Sudah hampir sepekan umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dimana ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan rukun Islam yang ke-empat. Salah satu hikmah berpuasa adalah untuk melatih kesabaran serta menumbuhkan rasa empati terhadap orang yang kelaparan. Dengan demikian dapat mendorong hati kita untuk membantu orang yang kurang mampu. Tujuannya sendiri yakni untuk menambah ketaqwaan kepada Allah SWT.

Taqwa adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan semua yang dilarang- Nya.Dalam detikKultum detikcom (26/4/2020), Ustadz Hanan Attaki menjelaskan, takwa adalah sami’na wa’atho’na yakni menjadi orang yang lebih taat kepada Allah SWT. Takwa dapat dilakukan dengan cara menggali dan memahami hikmah setiap ibadah yang dilakukan.

Menurut beberapa ulama seperti Al Ghazali sebagaimana diterangkan Farid Ahmad dalam bukunya Quantum Takwa, takwa dapat didefinisikan sebagai upaya membersihkan diri dari dosa yang sebelumnya belum pernah dilakukan, sehingga lahir motivasi dalam diri untuk meninggalkannya. Dengan kata lain, takwa menjadi upaya untuk menjaga diri dari berbagai kemaksiatan.

Dalam sejarah Islam, seorang yang bertakwa bisa kita jumpai dari para sahabat Rasul yang secara langsung dididik oleh Rasulullah SAW. Sebagai contoh, disaat para sahabat Rasul mendengar perintah untuk meninggalkan khamr. Mereka segera memecahkan bejana-bejananya yang berisi khamr. Begitu pun disaat panggilan jihad fii sabilillah untuk menyebarkan risalah Islam, mereka pun siap mati syahid di medan perang. Walaupun perang dilakukan pada bulan Ramadhan, seperti perang Badar. Tetapi tidak mengurangi semangat para sahabat untuk membela agama Allah.

Dengan diembannya hukum Islam dalam institusi negara, yakni Khilafah pasti ketaqwaan individu muslim dapat terjaga. Bukti sejarah peradaban gemilang selama 14 abad merupakan simbol kekuatan umat Islam di 2/3 dunia. Bagaimana seorang pemimpin negara Islam, yakni seorang Khalifah yang mampu mewujudkan ketaqwaan baik individu maupun negara. Tidakkah kita rindu akan tegaknya Khilafah ‘alla Minhajinubuwah.

Exit mobile version