Budidaya Aglonema Ala Warga Cebolek
MARGOYOSO, PATINEWS.COM
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah UIN Walisongo Semarang ajak warga budidaya Aglaonema di desa Cebolek Rt.1 Rw. 6 Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati.(18 November 2020).
Di masa pandemi Covid -19, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan berkumpul di luar rumah. Dengan diterapkannya kebijakan ini membuat masyarakat untuk tetap tinggal di rumah guna memutus rantai penyebaran Covid -19.
Kondisi ini membuat Fiya Mahasiswa KKN UIN Walisongo berinisiatif melakukan aktivitas produktif salah satunya yaitu budidaya tanaman hias.
“awalnya saya membudidayakan aglaonema hanya sekedar hobi agar tetap produktif di masa pandemi, tetapi banyak warga setempat yang datang untuk menanyakan cara perawatannya sehingga saya berinisiatif mengajak warga setempat untuk membudidayakan aglaonema”, ungkapnya.
Aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang menonjolkan daun sebagai daya tarik utama. Motif dan warna daunnya bervariatif sehingga banyak dicari masyarakat pencinta tanaman hias.
Aglaonema di Indonesia disebut “Sri Rezeki” namun tanaman hias ini juga disebut Chinnese Evergreen sebagai simbol bahwa aglaonema dibudidayakan pertama kali oleh orang cina. Aglaonema memiliki popularitas tinggi. Tak hanya popularitas harganya pun cukup tinggi, karna warna, bentuk maupun daunnya yang cantik. Hal inilah yang membuat cara budidayanya menarik untuk diketahui.
Fiya mengatakan budidaya ini menggunakan media tanam polybag dan pot. Kemudian di budidayakan dengan memanfaatkan pekarangan. Selain mengajak warga untuk membudidayakan aglaonema Fiya juga memberikan edukasi cara merawat aglaonema agar dapat tumbuh optimal.
“Aglaonema sebaiknya ditanam di tempat yang teduh, sebab jika terkena panas langsung aglaonema menjadi layu”, ungkapnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh warga setempat. Nisa salah satu warga yang mengikuti kegiatan ini merasa senang dengan kegiatan ini dia dapat mengetahui cara merawat aglaonema agar tumbuh optimal.
“terimakasih mba, saya baru tahu kalo aglaonema tidak cocok ditempat panas, pantas saja aglaonema saya dirumah layu”,katanya.
Fiya berharap dengan adanya kegiatan ini warga setempat Tetap produktif di masa pandemi ini dan dapat membantu ekonomi warga setempat.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap dapat membantu ekonomi warga sekitar dimasa – masa sulit ini, ”ucapnya.
