• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Broker Politik Makin Marak di Pati, Bagaimana Nasib Kualitas Pemilu?

patinews.com by patinews.com
9 April 2026
in Berita, Berita Pati Hari ini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Broker Politik Makin Marak di Pati, Bagaimana Nasib Kualitas Pemilu?
47
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Penulis: Anggi Fransiska Putri

Mahasiswa Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

RelatedPosts

Polres Rembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026

DPRD Pati Soroti Minimnya Anggaran Bantuan Petani Puso, Perda Dinilai Belum Maksimal

DPRD Pati Minta APBD Berpihak ke Petani Puso, Jangan Hanya Perda Tanpa Bantuan Nyata

Universitas Diponegoro

 

Fenomena broker politik di Kabupaten Pati belakangan ini semakin terlihat jelas dalam setiap momentum pemilu. Istilah broker politik atau “botoh” sendiri merujuk pada orang atau kelompok yang menjadi perantara antara calon kandidat dengan masyarakat pemilih. Kini mereka tampil dengan cara yang lebih modern dan terorganisir.

Dalam konteks Kabupaten Pati, praktik botoh sekarang tidak hanya bersifat sporadis, tetapi telah mengakar dalam struktur sosial politik. Perkembangan mutakhir menunjukkan bahwa peran broker politik di Pati mengalami transformasi signifikan. Jika pada masa lalu botoh lebih banyak beroperasi dalam arena perjudian politik informal, saat ini mereka telah beradaptasi menjadi aktor yang lebih sistematis (Hidayat, 2010). Perannya pun semakin meluas, tidak hanya menggerakkan massa tetapi juga ikut menyusun strategi pemenangan, memetakan kekuatan lawan, bahkan memengaruhi opini masyarakat di tingkat akar rumput. Banyak media yang menyoroti aksi botoh di Kabupaten Pati seperti salah satunya kanal berita DetikNews (2019) di mana saat menjelang pilkades aparat kepolisian pernah menangkap puluhan botoh yang terlibat perjudian.

Praktik broker politik di Kabupaten Pati tentu menimbulkan implikasi serius terhadap kualitas demokrasi dan akuntabilitas pemerintahan (Hicken, 2011). Pertama, praktik broker politik memperbesar peluang terjadinya politik uang (money politics), yang secara normatif bertentangan dengan asas pemilu yang jujur dan adil. Kedua, pilihan politik tidak lagi didasarkan pada program, visi, atau kapasitas kandidat, melainkan pada insentif jangka pendek. Ketiga, dominasi broker dalam proses politik lokal berisiko menciptakan ketergantungan struktural antara pemimpin terpilih dan jaringan informal tersebut, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kebijakan publik pasca pemilu. Ironisnya jika merujuk pada catatan penegakan hukum di Kabupaten Pati menunjukkan pola hasil pilkades di wilayah ini relatif konsisten akan keterlibatan broker politik serta minimnya penindakan hukum yang efektif terhadap praktik politik uang dan perantara suara tersebut, bahkan jarang berujung pada sanksi yang tegas sehingga menciptakan impunitas dan normalisasi praktik botoh di tingkat lokal (Fitriyah, 2015). Oleh karena itu, menjaga kualitas pemilu menjadi agenda yang tidak dapat ditawar.

Untuk mencapai kualitas pemilu yang bermutu perlu upaya besar dan pendekatan multidimensional. Dari sisi regulasi, penguatan pengawasan terhadap praktik politik uang harus dilakukan secara konsisten dan tegas oleh penyelenggara pemilu. Dari sisi pendidikan politik, peningkatan literasi demokrasi masyarakat menjadi kunci serta dorongan kepada mereka untuk lebih memahami pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak dan program kerja, bukan semata-mata insentif material. Selain itu, partai politik juga memiliki tanggung jawab strategis untuk meminimalisasi ketergantungan pada broker politik dengan membangun kaderisasi yang kuat dan mekanisme kampanye yang lebih transparan serta berbasis gagasan. Tanpa adanya upaya yang kuat dari berbagai elemen, broker politik akan terus menjadi jalan pintas yang dianggap efektif dalam memenangkan kontestasi.

Sebagai penutup, maraknya broker politik di Kabupaten Pati mencerminkan tantangan serius dalam konsolidasi demokrasi lokal. Jika tidak dikelola dengan baik, fenomena ini berpotensi menggerus integritas pemilu dan melemahkan legitimasi pemerintahan yang dihasilkan. Oleh karena itu, sinergi antara negara, partai politik, dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam memastikan bahwa pemilu tidak hanya berlangsung secara prosedural, tetapi juga berkualitas dan berintegritas.

 

 

Referensi:

DetikNews (2019). Pilkades di Pati jadi ajang judi, puluhan botoh ditangkap polisi. Pilkades di Pati Malah Jadi Ajang Judi, 23 Botoh Diciduk Polisi. Dipublikasi 23 Desember 2019.

Fitriyah, F. (2015). Cara Kerja Politik Uang (Studi Kasus Pilkada dan Pilkades di Kabupaten Pati). Politika: Jurnal Ilmu Politik, 6(2), 101-111.

Hicken, A. (2011). Clientelism. Annual Review of Political Science, 14, 289–310. https://doi.org/10.1146/annurev.polisci.031908.220508

Hidayat, S. (2010). Pengusaha dan Penguasa: Dinamika Politik Lokal di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Polres Rembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026
Berita

Polres Rembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026

16 Mei 2026
36
Gedung DPRD Kabupaten Pati
Berita

DPRD Pati Soroti Minimnya Anggaran Bantuan Petani Puso, Perda Dinilai Belum Maksimal

16 Mei 2026
22
Muslihan, Anggota DPRD Pati
Berita

DPRD Pati Minta APBD Berpihak ke Petani Puso, Jangan Hanya Perda Tanpa Bantuan Nyata

16 Mei 2026
15
DPRD Pati Soroti Serangan Hama Tikus dan Kera Liar di Pati Selatan
Berita

Warsiti Sebut Edukasi Petani Jadi Kunci Keberhasilan Program Hutan Sosial di Pati

16 Mei 2026
32
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti
Berita

DPRD Pati Dorong Petani Hutan Sosial Tanam Pohon Keras, Cegah Kerusakan Lingkungan

16 Mei 2026
185
Irianto Budi Utomo Anggota DPRD Kabupaten Pati
Berita

Gerindra DPRD Pati Ingatkan Pemda: Kejar PAD Jangan Sampai Bebani UMKM

16 Mei 2026
22
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Polres Rembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026
  • Terekam CCTV, Maling Gasak Honda Beat Milik Petani di Sawah Wotan Sukolilo Pagi Tadi
  • 85 Koperasi Merah Putih Sudah Berjalan di Pati, Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat
  • Tanggapi Rupiah Anjlok 17.600, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar
  • DPRD Pati Soroti Minimnya Anggaran Bantuan Petani Puso, Perda Dinilai Belum Maksimal
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.