
PatiNews.Com – Winong, Program rutin yang dirintis TNI yakni TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung tahap III tahun 2018 bergulir kembali.
Kegiatan yang dipusatkan di Dukuh Selonatah Desa Gunungpanti Kecamatan Winong, Pati ini dibuka langsung oleh Bupati Pati Haryanto, didampingi oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati. Senin, 15 Oktober 2018.
TMMD di Pati sendiri menyasar dua desa di Pati yakni Desa Gunungpanti Kecamatan Winong dan Desa Lahar Kecamatan TLogowungu.
Dalam amanat Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Bupati, kegiatan ini serentak dimulai pelaksanaan TMMD tahap III tahun 2018. “Hari ini kembali semangat gotong royong makin mantap terasa dan kentara pada gerak pembangunan desa. Saiyeg saekapraya bebarengan mbangun desa melalui TMMD. Melalui TMMD, bersama kita merawat gotong royong, memacu kreatifitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun desa,”.
Lanjutnya, “Kita ingin gotong royong sebagai saripati niIai-nilai ke-Indonesia-an dan esensi kultur ketimuran dapat terus terjaga dengan baik. Karena disitulah inti dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan pada ke-bhinneka-an. Dari situ pulalah kita tangkal sikap-sikap individualistik dan egoistik, untuk merajut kembali kain kebersamaan dan respon sosial yang memajukan dan mensejah-terakan,”.
TMMD telah hadir meneguhkan semangat kebersamaan, dan menyajikan karya nyata yang bermaslahat bagi desa. Berbagai pembangunan sarana prasarana perdesaan dari program ini telah dapat dinikmati oleh warga desa. Begitu pun upaya pemberdayaan, telah berhasil memperkuat semangat masyarakat dalam menggali dan mengelola potensi desanya agar makin maju dan mensejahterakan. Tentu ini sangat ruevan dengan program pembangunan Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan sosial.
“Kita ingin kemiskinan Jateng dapat terus diturunkan dari waktu ke waktu. Memang 5 (lima) tahun terakhir ini kemiskinan selalu turun. Bahkan pada tahun 2018 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencapai kinerja teritnggi dalam penurunan kemiskinan, yaitu dari 13,01 %di tahun 2017 menjadi 11,32 % di tahun 2018. Namun demikian, angkanya belum terlalu signifikan,” pintanya.
Karena itu, TMMD didorong menjadi salah satu cara mendukung penurunan kemiskinan di Jateng. Tentu ini bergerak simultan, sinergis dan selalu terintegrasi dengan program yang sedang dan akan dilakukan melalui Dana Desa maupun kegiatan pembangunan desa lainnya. Ayo, bareng-barengan keroyokan mbangun desa agar maju dan sejahtera.
TMMD diharapkan, terus konsisten pada program-program pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Bagaimana TMMD melakukan pembinaan usaha ekonomi kerakyatan agar maju dan berdaya saing, serta senantiasa mendorong pemanfaatan tanah pekarangan untuk kemandirian pangan.
Tak hanya itu, TMMD juga harus memberikan perhatian pada pemberdayaan kaum perempuan dan kelompok disabilitas. Itu luar biasa, apalagi mereka ini merupakan kelompok masyarakat yang rentan akan tindak kekerasan dan masih terbatas akses terhadap bidang kehidupan. Melalui TMMD, berdayakan, kuatkan dan berikan perlindungan untuk kaum perempuan dan anak, serta ciptakan suasana ramah dan nyaman bagi penyandang disabilitas. Spiritnya adalah bagaimana agar desa-desa mampu memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.
“Saya tertarik pada sebuah aplikasi yang memudahkan warga dalam administrasi surat menyurat yang digelar pada kegiatan bursa inovasi desa beberapa saat lalu. Ini bukti desa mampu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan pelayanan mudah, murah cepat pada semua kelompok masyarakat. Tentu saya terus mendorong Iahirnya inovasi-inovasi di tingkat desa lainnya yang akan mampu membangun Indonesia dari pinggiran. Bapak-Ibu, satu hal lain yang kemudian membuat saya selalu bangga, bahwa TMMD sangat intens mengedukasi masyarakat akan nilai Pancasila. Saya menangkap semangat dari desa untuk siap memperkuat benteng perlindungan dan perlawanan terhadap aksi-aksi yang mengancam NKRI seperti aksi radikalisme, terorisme, dan narkoba,” bebernya.
Semangat yang harus bisa dirawat dan diviralkan kepada seluruh warga bangsa Indonesia. Termasuk semangat siap dan waspada menghadapi bencana harus terus ditiupkan pada setiap tarikan nafas kehidupan masyarakat desa. Melalui TMMD, berikan edukasi kebencanaan kepada warga desa, agar mereka melek dan tanggap terhadap bencana.
Sasaran dari TMMD di Dukuh Selonatah ini adalah:
Sasaran FISIK
Dkh.Selonatah Ds .Gunung panti Kec.winong .
– Betonisasi Jalan desa ukuran 1 050 X 0,80 X 0,12 Dua sisi.
Desa Lahar kecamatan tlogowungu .
Sasaran pokok ukuran 550 X 3 X 0,15 M.
Sasaran tambahan .
– Rehap Poskamling 1 unit .
– Rehap rumah tidak layak huni 5 Unit.
Sasaran Non FISIK.
– Pelayanan KB Gratis oleh dinas sosial kab pati.
– pelayan. Kesehatan oleh dinas sosial kab pati
– penyuluhan wasbang dan konsensus dasar nasional oelh kodim 0718 pati.
– penyuluhan kamtibmas,radikalisme dan terorisme oleh polsek
– Work shop cara hidup sehat dan pencegahan gerakan DPD oleh DKK kb pati.
– penyuluhan peternakan dan pertanian oleh Dispertan kab pati.
– penyuluhan ketahanan pangan oleh dinas ketahanan pangan kab pati.
– penyuluhan pemanfaatan limbah rumah tangga oleh dinas lingkungan hidup.
– penyuluhan GAKKY oleh Bappeda kab pati.
– penyuluhan BPJS Oleh BPJS kab pati.
– Sosialisasi pajak kendaran bermotor oleh pilates pati.
– Pelayanan perpanjang SIM oleh polres pati.
– Penyuluhan dan pelayanan akte dan KTP oleh disdukcapil kab pati.
– penyuluhan sertifikasi oleh BPN kab pati.
– olahraga bersama ( sepak bola ,voly ball dan senam bersama ) oleh kodim 0718 pati bersama masyarakat setempat.
(PN/ DM)





