Oleh : Khozinul Asror
Belajar online, peran orang tua sangat dibutuhkan demi perkembangan pendidikan sang anak.
Selama pandemi Covid-19 sistem pendidikan di Negara Indonesia beralih sistem menjadi pembelajaran online, hal tersebut dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan tidak semakin bertambah serta pendidikan di Negara Indonesia tidak berhenti total.
Dengan adanya sistem pembelajaran online tentunya membuat peran orang tua semakin bertambah lagi, memang pada dasarnya orang tua memiliki peran sebagai guru pertama bagi sang anak, karena orang tua yang harus memberikan pendidikan terlebih dahulu kepada anaknya kemudian sang anak diserahkan kepada seorang guru agar pengetahuan sang anak terus berkembang.
Tetapi pada masa pandemi ini yang mana sistem pendidikan berganti menjadi sistem pembelajaran online membuat siswa harus belajar dirumah saja, dan tentunya membuat peran orang tua kembali dibutuhkan, dengan adanya pembelajaran online orang tua juga harus memberikan fasilitas berupa smartphone kepada anaknya agar sang anak bisa mengikuti proses pembelajaran online. Disisi lain penggunaan smartphone oleh anak-anak bisa saja memberikan dampak yang negatif, seperti halnya kecanduan bermain game online, oleh sebab itu orang tua seharusnya bisa memberikan kontrol kepada anaknya selama proses pembelajaran online.
Pembelajaran online sendiri tidak hanya diberlakukan di Sekolah Dasar saja, melainkan hingga sampai di tingkat Universitas. Biasanya usia anak yang berada dibangku Sekolah Dasar masih dalam masa-masa bermain, sering kita jumpai fenomena anak-anak yang sudah memainkan game online padahal game online sendiri bisa saja memberikan dampak yang buruk bagi konsentrasi anak terhadap pelajarannya, selain itu game online juga bisa saja menjadikan sebuah candu bagi anak.
Sehingga pembelajaran online bagi siswa yang masih dibangku Sekolah Dasar dirasa kurang efektif bila seorang anak belajar sendirian tanpa didampingi oleh orang tuanya, karena bisa jadi anak yang seharusnya mengikuti pembelajaran online mengabaikan proses pembelajaran tersebut dan lebih memilih untuk bermain game.
Dengan adanya pembelajaran online yang mengharuskan orang tua memberikan smartphone kepada anaknya seakan-akan menjadi dilema besar orang tua dalam mendidik anaknya, karena memang pemberian smartphone kepada anak bukanlah hal yang positif karena dengan smartphone seorang anak bisa saja menemukan hal-hal yang tidak seharusnya ia ketahui, akan tetapi disisi lain orang tua diharuskan memberi smartphone kepada anaknya agar sang anak bisa mengikuti pembelajaran online yang sudah diterapkan. Itulah sebabnya mengapa kontrol orang tua kepada anak yang sedang melakukan pembelajaran online sangat dibutuhkan.
Selain itu, tidak semua anak juga bisa memahami materi yang disampaikan secara daring oleh gurunya, banyak anak-anak yang kurang memahami materi yang disampaikan bahkan bisa jadi mereka tidak paham sama sekali.
Jadi dimasa pandemi Covid-19 orang tua harus bisa berperan lebih untuk bisa memahami materi pelajaran anaknya agar nantinya orang tua bisa menjelaskan materi tersebut kepada sang anak agar anak bisa memahami yang maksut dari materi yang disampaikan baik lewat Whatsapp atau Goggle Classroom dan waktu sang anak dalam mengikuti proses pembelajaran online tersebut tidak terbuang sia-sia.
Di masa-masa sulit ini peran orang tua memang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pendidikan anaknya, jika melihat fenomena anak-anak yang sudah marak memainkan game online rasanya hal tersebut menjadi suatu kekhawatiran tersendiri bagi orang tua terhadap anaknya.
Oleh karena itu orang tua harus lebih aktif dalam mengontrol proses pembelajaran anaknya, tetapi disisi lain tidak sedikit juga orang tua yang bisa mendampingi anaknya saat belajar online, hal tersebut dikarenakan orang tua yang harus bekerja, oleh sebab itu kontrol orang tua kepada anaknya menjadi berkurang bahkan tidak ada.
Jadi dalam hal ini orang tua harus bisa memberikan pendidikan lebih kepada anaknya seperti mengkursuskan anaknya. Dengan kursus tersebut diharapkan sang anak bisa memahami memahami materi yang disampaikan oleh guru kursusnya secara langsung dan adanya kursus tersebut bisa menjamin kualitas pendidikan sang anak, dengan begitu orang tua secara tidak langsung memberikan control belajar yang lebih efektif daripada tidak sama sekali.
Jadi demi menghindari hal-hal yang tidak diharapkan dengan pemakaian smartphone oleh anak dibawah umur, maka orang tua harus bisa memberikan control terhadap anaknya, baik itu control secara langsung maupun secara langsung seperti memberikan kursus.
Dengan begitu seorang anak tidak terpengaruh dengan kehadiran game online dan juga adanya dampingan orang tua bisa memberikan filter konten-konten yang ada dimedia social.
(*)







