Nafa Alfaini Uspari, Mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang 2020 mengadakan kegiatan bimbingan belajar secara gratis untuk siswa MI/SD dan SMP di Dukuh Sendang Wungu, Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Sejak merebaknya virus Covid-19, pemerintah menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR). Hal ini membuat proses pembelajaran tidak maksimal. Banyak anak-anak merasa kesulitan dalam memahami materi pembelajaran karena intensitas pertemuan dengan guru berkurang, atau hanya melalui online.
Nafa melihat problematika yang ada, maka ia berinisiatif untuk mengadakan program bimbingan belajar gratis bagi anak-anak di desanya. Kegiatan bimbingan belajar gratis ini sudah dimulai sebelum masa KKN. Tujuannya agar anak-anak tetap semangat belajar meski dari rumah. Bimbingan belajar dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Banyak anak-anak yang merasa jenuh dan bosan dengan pembelajaran daring yang sudah berjalan kurang lebih 8 bulan ini. Tak jarang mereka merasa kesulitan dalam memahami pelajaran. Oleh karena itu saya berinisiatif mengadakan bimbingan belajar ini”, ujar Nafa.
Uswatun Hasanah, salah satu orangtua siswa mengatakan bahwa ia merasa terbantu dengan diadakannya program bimbingan belajar ini.
“Tidak semua orangtua siswa melek teknologi, sehingga terkadang merasa kesulitan untuk membimbing anaknya belajar online. Dengan adanya program bimbingan belajar ini saya merasa terbantu”, ucapnya.
Bimbingan belajar dilaksanakan setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 15.30-17.00 WIB. Namun tak jarang siswa tetap berangkat pada hari Senin-Sabtu karena mendapatkan tugas dari gurunya dan merasa kesulitan mengerjakannya.
Semua mata pelajaran diajarkan dalam bimbel ini. Mulai dari PAI, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Matematika, Bahasa Jawa, dan mata pelajaran umum lainnya. Tidak hanya itu, anak-anak juga diajarkan cara mencuci tangan yang benar dan memakai masker. Sesekali anak-anak juga diajarkan keterampilan, seperti membuat kolase, menggambar, serta menanam dan mengolah singkong.
“Saya senang belajar dengan Mbak Nafa, karena belajarnya asik dan tidak membosankan. Saya tidak suka Matematika karena susah. Tapi setelah diajari Mbak Nafa, ternyata mudah. Saya juga diajari membuat kolase dan pernah diajak menanam singkong.” Ujar Caca Najwa, salah satu peserta bimbel.
Harapannya, program bimbingan belajar ini dapat membantu menumbuhkan semangat belajar anak dan mengatasi kesulitan belajar anak di masa pandemi ini.
(*)







