Margorejo, Pati (14/6). Di masa pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan KKN secara terbatas. Mereka ditempatkan di desa tempat tinggal masing-masing hal ini untuk meminimalkan mobilisasi semasa pandemi. Dalam melakukan aktivitas KKN di desa-desa, para mahasiswa selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.
Pandemi covid-19 juga memberikan dampak di bidang pendidikan. Menghadapi hal tersebut, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan kebijakan bahwa pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh atau daring dari rumah. Hal ini untuk menghindari penyebaran covid-19 semakin meningkat. Keamanan dan keselamatan siswa, guru dan tenaga kependidikan menjadi hal yang juga harus diperhatikan. Namun, pembelajaran secara daring ini tak dapat dipungkiri menghadirkan banyak ketidaksiapan baik dari siswa guru maupun orang tua karena pertama kali masalah koneksi internet, dan lain sebagainya.
Di tengah menurunnya semangat belajar para siswa didik di masa pandemi sekarang ini, Dwi Lirisvita salah satu mahasiswa KKN UNDIP melalui Kampus Mengajar memberikan tips belajar unik, asyik, dan seru kepada murid SDN Jenggolo 03 yang terletak di daerah Pati dengan menciptakan media pembelajaran untuk belajar matematika. Media pembelajaran yang dibuat yaitu bernama Cuisenaire. Media pembelajaran Cuisenaire mengajarkan penjumlahan dan pengurangan secara sederhana. Pengajaran lewat media pembelajaran Cuisenaire yang dibuat sukses diterima anak-anak SD dan membuat belajar semakin antusias meskipun diterapkan pada anak dengan jumlah terbatas karena situasi pandemi.
“Alhamdulillah siswa-siswa di SDN Jenggolo 03 sangat antusias belajar matematika dengan Quisenaire ini meskipun siswanya terbatas ya karena situasi pandemi saat ini yang semakin meningkat. Ya, harapannya media pembelajaran ini bisa membuat siswa-siswa di SDN Jenggolo 03 semangat belajar karena media pembelajarannya yang tidak monoton seperti biasanya,” ungkap mahasiswa KKN UNDIP, Dwi Lirisvita.
(*)







