Begini Cara Karang Taruna Sokopuluhan Pucakwangi, Meriahkan Tahun Baru Hijriah
PatiNews.Com – Pucakwangi, Karang Taruna Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati, melaksanakan peringatan malam tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H. Peringatan malam tahun baru Islam di berbagai daerah diungkapkan dalam bentuk yang berbeda-beda. Selasa (10/09).
Di Desa Sokopuluhan ini, peringatan 1 Muharram dikemas dalam bentuk Malam Seni dan Budaya. Beberapa kesenian dan kebudayaan ditampilkan pada peringatan tersebut. Mulai dari kesenian tari, pembacaan puisi dan teatrikal puisi, seni pencak silat, dan pemutaran film rakyat.
Kepala Desa Sokopuluhan Mashadi mengucapkan rasa terima kasih kepada karang taruna desa yang telah melaksanakan acara peringatan malam 1 Muharram dengan pentas seni. “Kami atas nama perangkat desa mengapresiasi dan sangat mendukung acara positif seperti ini. Semoga dengan adanya acara ini masyarakat dapat terus rukun dan bersatu”, ungkapnya.
Acara kesenian dan kebudayaan di Desa Sokopuluhan jarang dilaksanakan. Diharapkan untuk tahun ke depan dapat ditingkatkan lagi. Ia juga menganggap acara malam ini berjalan dengan sukses dan berjalan bagus. “Pengunjung sangat antusias mengikuti. Sukses terus untuk karang taruna Desa Sokopuluhan”, pungkasnya.
Ketua panitia pelaksana Miftahur Rohim mengatakan bahwa persiapan acara hanya sekitar 2 Minggu. Oleh karena itu, banyak rangkaian acara kurang maksimal. “Koordinasi tiap seksi agak kesulitan. Karena panitia diambil dari tiap-tiap dukuhan. Tetapi, Alhamdulillah acara berjalan meriah dan sukses”, ungkapnya.
Acara semacam ini memang sengaja digelar agar masyarakat desa lebih merasakan momen kemeriahan Tahun Baru Hijriyah. Pasalnya, panitia prihatin dengan fenomena masyarakat sekarang yang lebih mengidolakan tahun baru Masehi daripada tahun baru Hijriyah. “Kami ingin menyebarkan semangat kebersamaan lewat acara kesenian malam ini. Mulai anak-anak, pemuda terlibat dalam acara malam ini”, tambahnya.
Selain acara seni dan budaya, malam itu juga dilaksanakan istighosah dan pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun. “Terakhir, kami juga mengharapkan ada ruang-ruang kreatif yang dapat menjadi wadah bagi anak-anak berekspresi”, pungkasnya. (pn/ af)






