
Patinews.Com – Otomotif, Awal semester pertama tahun 2019 ini, PT SGMW Motor Indonesia, selaku Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) SAIC-GM-Wuling bakal meluncurkan Wuling Almaz (aka Baojun 530).
Secara dimensi, SUV ini bakal bersaing dengan Mitsubishi Pajero Sports, Toyota Fortuner dan Nissan Terra. Sementara dari sisi harga (dari bocoran di internet) bakal bersaing dengan Honda HR-V dan Nissan Juke.
SUV kompak ini memiliki transmisi matik (CVT) yang kesemuanya baru dan mesin baru untuk kinerja yang diklaim pabrikan lebih mulus dan lebih ekonomis serta kekuatan yang lebih besar.
Transmisi CVT si Almaz sendiri dikembangkan oleh SAIC Motor dan Bosch. Bekerja bersama-sama dengan mesin, transmisi ini menawarkan beberapa mode pengendaraan, termasuk Eco, Sport, dan AMT (mensimulasikan delapan gigi). Ini menganalisis kondisi jalan melalui informasi yang dikumpulkan dari sensornya, mengganti gigi untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dengan akselerasi dan perlambatan yang mulus.
CVT memungkinkan engine mempertahankan output daya optimal dan memaksimalkan kinerjanya di setiap rentang putaran. Struktur gear planetary independen meningkatkan efisiensi transmisi daya dan penghematan bahan bakar.
Mengusung mesin generasi terbaru, Wuling Almaz diklaim menghasilkan tenaga 111 kW yang terdepan di kelasnya. Mesin ini dilengkapi dengan turbocharger terbaru dari Honeywell. Turbo yang ringan dan inersia rendah mulai beroperasi pada 1.000 rpm, meningkatkan torsi puncak hingga 250 Nm pada 1.600 rpm.
Engine menggunakan sistem pembakaran baru yang sangat efisien. Rasio saluran intake masuk engine yang dioptimalkan telah ditingkatkan dari 1,8 menjadi 2,35. Ini menghasilkan tekanan masuk yang lebih besar dan rasio kompresi yang lebih tinggi, lebih lanjut mengurangi konsumsi bahan bakar mesin hingga 10 persen. Ini juga mendukung start yang cepat dan output yang kuat secara berkelanjutan.
Mesin Almaz menggunakan sejumlah besar bahan aeronautika seperti paduan kekuatan tinggi, ringan dan tahan panas. Keandalan mesin telah dipastikan oleh lebih dari 10.000 jam uji batas, uji kejut termal dalam dan 300.000 kilometer pengujian simulasi pada umur servisnya. (pn/ dok GM)






