• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Waspada Penurunan Produksi Padi Masa Tanam I Tahun 2019 di Pati, Akibat Cuaca Ekstrim

patinews.com by patinews.com
19 Desember 2018
in Berita, Berita Pati Hari ini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Petani di Desa Lundo Jaken, Panen Raya Padi

Petani di Desa Lundo Jaken, Panen Raya Padi

81
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter
Petani di Desa Lundo Jaken, Panen Raya Padi
Petani di Desa Lundo Jaken, Panen Raya Padi

PatiNews.Com – Kota, Perubahan iklim yang terjadi pada bulan-bulan ini menunjukkan gejala anomaly iklim yang diyakini mempunyai dampak besar bagi kehidupan di berbagai sektor terutama sektor pertanian tanaman padi. Salah satu bukti terjadinya anomaly iklim adalah musim kemarau yang bergeser hingga pertengahan November 2018. Perubahan iklim di Indonesia sangat berkaitan erat dengan El Niño Southern Oscillation (ENSO) di Samudera Pasifik (Naylor et al. 2002) dan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudera Hindia (Ashok et al. 2001; Mulyana 2001). Pada suatu saat terjadi penurunan curah hujan yang mengakibatkan terjadinya kekeringan dan pada saat yang lain mengakibatkan tingginya curah hujan sehingga dapat menimbulkan banjir, (Allan, 2000).

Indikator anomali iklim ENSO dan IOD mempunyai dampak yang kuat terhadap curah hujan daerah tropis termasuk perubahan curah hujan di Indonesia (Naylor et al. 2007). Kedua fenomena tersebut semakin sering terjadi dengan kondisi musim yang semakin ekstrim dan durasi yang semakin panjang sehingga secara signifikan dapat menyebabkan penurunan curah hujan terutama di musim peralihan saat memasuki musim hujan, (IPCC 2007; Koesmaryono 2009).

RelatedPosts

Pati Government Auto Show 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati Dorong Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Gedung Dewan “Diacak-acak”, LBH Djoeang Pati: Jangan Buat Sinetron Murahan‼️

Pastikan Korban KMP Putri Yasmin Terjamin, Direksi Jasa Raharja Turun Langsung ke Rumah Sakit

Peningkatan fluktuasi, frekuensi dan intensitas anomali iklim dalam dasawarsa terakhir yang disebabkan oleh fenomena ENSO dan IOD berdampak pada perubahan pola distribusi, intensitas dan periode musim hujan sehingga awal musim hujan maupun musim kering menjadi terlambat (Las 2000; Boer 2006; Naylor et al. 2007; D’Arrigo 2007). Akibatnya terjadi pergeseran musim dari kondisi normal rata-ratanya yang akhirnya dapat berimplikasi serius pada tanaman pangan (Hamada et al. 2002; Haylock and McBride 2001) karena umur tanaman pangan lebih pendek dibandingkan dengan tanaman tahunan seperti perkebunan.

Kondisi tersebut menimbulkan dampak yang signifikan terhadap strategi budaya dan produksi pertanian (IPCC 2001; Porter and Semenov 2005; Betts 2005; Osborne 2005). Terutama di daerah tropis yang mempunyai variasi curah hujan cukup besar (Slingo et al. 2005). Dampak relative dari perubahan iklim terhadap ketahanan pangan berbeda antar daerah (Gutman et al. 2005; FAO 2005) baik di daerah tropis maupun subtropis. Namun dampak di daerah tropis lebih besar karena mempunyai variasi curah hujan yang cukup besar (Slingo et al. 2005) yang pada gilirannya mengakibatkan gangguan terhadap stabilitas sistem pertanian (Koesmaryono et al. 2008).

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian yang berisiko akibat adanya perubahan iklim. Adanya perubahan iklim ini dikhawatirkan akan mendatangkan permasalahan yang serius terhadap keberlanjutan pembangunan pertanian. Perubahan iklim berdampak pada penurunan produktivitas hasil pertanian, terjadinya degradasi lahan potensi pertanian dan ketersediaan air yang mengakibatkan penurunan tingkat kesuburan tanah, variabilitas dan perubahan iklim yang mengakibatkan banjir dan kekeringan, serta terjadinya alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian (Surmaini, Runtunuwu dan Las, 2011).

Dampak yang terlihat nyata akibat perubahan iklim yaitu terjadinya lahan puso akibat banjir dan kekeringan. Adanya lahan puso akibat banjir dan kekeringan tentunya akan berdampak pada berkurangnya lahan tanaman padi, yang selanjutnya dapat mengurangi hasil produksi padi. Banjir dan kekurangan air juga mengakibatkan produktivitas padi menjadi berkurang.

Kondisi Iklim di Pati

BMKG secara klimatologis membagi wilayah Indonesia menjadi 342 Zona Musim (ZOM) dan 65 Non Zona Musim (Non ZOM). Pembagian tersebut berdasarkan hasil analisis data rata-rata 30 tahun terakhir (1981-2010).  Terdapat perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau pada wilayah ZOM. Daerah Non ZOM pada umumnya tidak mempunyai perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau, dalam hal ini daerah yang sepanjang tahun curah hujannya tinggi atau rendah.

Kabupaten Pati termasuk dalam wilayah ZOM, dimana musim hujan diprakirakan umumnya berkisar pada bulan Oktober dan November 2018. Berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan stasiun klimatologi Semarang sebagai Unit Pelaksana Teknis BMKG di Provinsi Jawa Tengah, bahwa paling akhir memasuki musim hujan terjadi pada bulan Desember dasarian I yaitu untuk wilayah utara dan timur Kab. Pati; sebagian wilayah utara Kab. Rembang; sebagian kecil wilayah timur laut Kab. Jepara. Secara umum awal musim hujan 2018/2019 diprakirakan mundur (lebih lambat) dari rata-ratanya.

Produksi Padi di Pati

Luas panen padi hasil KSA (Kerangka Sampel Area) yang dilakukan BPS Kabupaten Pati pada Januari-Desember 2018 di Jawa Tengah mencapai 92.061 ha, menghasilkan gabah kering giling (GKG) mencapai 547.281 ton, dengan rata-rata produktifitas padi mencapai 5,94 ton/ha.

Pertanian tanaman pangan yang berjangka pendek khususnya padi sangat terpengaruh adanya perubahan iklim cuaca ekstrim. Perubahan iklim pada sektor pertanian akan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas tanaman pangan, penurunan produksi tanaman pangan, penurunan areal yang dapat diirigasi dan penurunan efektivitas penyerapan hara serta penyebaran hama dan penyakit (Prihantoro 2008).

Kondisi cuaca hujan yang tidak menentu akan berpengaruh pada masa tanam padi. Di Kabupaten Pati awal November 2018 yang seharusnya sudah mulai masuk mulai musim tanam (MT) 1 menjadi mundur dikarenakan curah hujan yang masih rendah. Dengan masa tanam yang mundur maka ini akan berakibat pada mundurnya masa panen di musim tanam 1 yang panen sekitar Januari-Februari akan mundur pada kisaran Februari-Maret 2019.

Periode bulan Januari-Februari 2019 merupakan puncak hujan tinggi maka yang perlu diwaspadai adalah banjir di sepanjang sungai pemali Juwana. Wilayah-wilayah seperti Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, dan Juwana harus lebih waspada terhadap lipahan air pada puncak musim hujan Kondisi padi belum siap panen bila tergenang banjir maka akan mengakibatkan puso atau produktifitasnya menurun karena terendam banjir. Belum lagi dengan kondisi iklim dengan curah hujan tinggi maka rentah timbulnya berbagai penyakit dan hama tanaman yang juga akan berpengaruh pada penurunan produktifitas padi.

Perubahan iklim merupakan suatu hal yang tidak dapat dikontrol sepenuhnya. Masyarakat dan pemerintah hanya dapat melakukan langkah antisipasi dan adaptasi dampak perubahan iklim cuaca ekstrim terhadap produktivitas padi. Perlu pengembangan varietas padi unggul yang tahan terhadap rendaman air,  dan hama penyakit akibat banjir dan air yang menggenang. Selain itu, pengelolaan sumber daya air yang tepat pada saat air melimpah perlu diperhatikan dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan air tanaman padi pada kondisi ketersediaan air yang sangat terbatas.

Penulis:

Suparman,S.ST, MM

Statistisi Ahli Muda, BPS Kab. Pati

Tags: bps patipatipetani pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Pati Government Auto Show 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati Dorong Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Berita

Pati Government Auto Show 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati Dorong Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

14 Agustus 2026
14
Gedung Dewan “Diacak-acak”, LBH Djoeang Pati: Jangan Buat Sinetron Murahan‼️
Berita

Gedung Dewan “Diacak-acak”, LBH Djoeang Pati: Jangan Buat Sinetron Murahan‼️

14 Agustus 2026
20
Pastikan Korban KMP Putri Yasmin Terjamin, Direksi Jasa Raharja Turun Langsung ke Rumah Sakit
Berita

Pastikan Korban KMP Putri Yasmin Terjamin, Direksi Jasa Raharja Turun Langsung ke Rumah Sakit

14 Agustus 2026
18
Namanya Terseret Sidang Korupsi Pengisian Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati Buka Suara: Kapasitas Saya Apa?
Berita

Namanya Terseret Sidang Korupsi Pengisian Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati Buka Suara: Kapasitas Saya Apa?

13 Agustus 2026
22
Demo AMPB Berujung Panas, Puluhan Anggota DPRD Pati 'Tertahan' di Ruang Paripurna!
Berita

Demo AMPB Berujung Panas, Puluhan Anggota DPRD Pati ‘Tertahan’ di Ruang Paripurna!

13 Agustus 2026
25
Buron Sejak 2024‼️Pelaku Utama Kekerasan Berujung Maut di Pasar Malam Sukolilo Akhirnya Diciduk
Berita

Buron Sejak 2024‼️Pelaku Utama Kekerasan Berujung Maut di Pasar Malam Sukolilo Akhirnya Diciduk

13 Agustus 2026
29
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Pati Government Auto Show 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati Dorong Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
  • Gedung Dewan “Diacak-acak”, LBH Djoeang Pati: Jangan Buat Sinetron Murahan‼️
  • Wakapolres Rembang Hadiri Pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81
  • Polres Rembang Peduli, Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih untuk Daerah dan Warga yang Terdampak Kekeringan
  • Pastikan Korban KMP Putri Yasmin Terjamin, Direksi Jasa Raharja Turun Langsung ke Rumah Sakit
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.