PATINEWSCOM –
Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Warsiti, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan penggunaan bahasa Jawa sesuai dengan tata krama dan nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, arus perkembangan zaman membuat semakin sedikit generasi muda yang mampu menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan benar.
Warsiti menilai pelestarian bahasa daerah tidak cukup dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi harus dimulai dari keluarga. Peran orang tua menjadi kunci dalam mengenalkan bahasa Jawa kepada anak sejak usia dini.
“Orang tua harus aktif mengajarkan bahasa Jawa sesuai perkembangan usia anak. Bahasa Jawa memiliki nilai yang sangat luhur dan harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahasa Jawa memiliki tingkatan penggunaan yang mencerminkan rasa hormat kepada lawan bicara, mulai dari ngoko, krama, hingga krama inggil. Pemahaman terhadap tingkatan tersebut dinilai penting agar nilai sopan santun tetap terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.
“Berbicara dengan orang yang lebih tua tentu berbeda dengan teman sebaya ataupun yang usianya lebih muda. Ada tata bahasa yang harus dipahami dan dilestarikan,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Warsiti, pembiasaan menggunakan bahasa Jawa sejak kecil akan membantu anak memahami etika dalam berkomunikasi sekaligus menjaga identitas budaya daerah di tengah derasnya pengaruh budaya modern.
Ia menegaskan, upaya melestarikan bahasa Jawa merupakan tanggung jawab bersama. Selain keluarga, lembaga pendidikan dan lingkungan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan berbahasa yang santun kepada generasi muda.
“Kalau semua pihak ikut berperan, saya yakin bahasa Jawa beserta nilai unggah-ungguh yang terkandung di dalamnya akan tetap lestari dan menjadi bagian dari karakter masyarakat Pati,” pungkasnya.







