
Patinews.com – Kota, Upacara kemerdekaan kali ini berbeda dari sebelumnya, karena yang biasanya diadakan di alun-alun simpang lima sekarang berpindah di lapangan Alugoro Pati. Sabtu, 17 Agustus 2019.
Pembacaan teks proklamasi dibacakan oleh Bupati Pati setelah detik-detik proklamasi yang ditandai dengan pembunyian sirine. Setelah membaca teks proklamasi, Bupati pati Haryanto yang sekaligus sebagai inspektur upacara HUT RI ke-74, juga membacakan naskah pidato Gubenur jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dalam sambutanya Haryanto mengemukakan, bahwa dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya tidak
membedakan suku, agama atau pun ras. Tak peduli warna kulit, rambut, jenis kelamin, kaya atau pun miskin.
Pihaknya juga memperhatikan anak-anak bangsa, dimana mereka harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lain dan tidak ketinggalan dengan negara lain.
Jangan lagi ada niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan, “Ah kamu. Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu Madura, ah kamu Jawa.” Jangan lagi ada. Perbincangan kita harus melompat jauh ke depan.
Bangsa Cina dan India telah bergerak menuju Bulan, bangsa Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars. Meski saat ini kita belum mampu, jangan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita siapkan mereka saat ini, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lain.
“Pancasila sebagai dasar Republik adalah harga mati. Tidak bisa ditawar dan harus kita tanam sedalam-dalamnya di Bumi Pertiwi,” Jelas Haryanto dalam membacakan sambutan gubernur.
Setelah upacara selesai, Bupati Pati bersama OPD dan Forkompinda memberikan Piagam dan hadiah kepada beberapa elemen masyarakat yang mempunyai jasa maupun prestasi dalam beberapa perlombaan, baik tingkat nasional maupun internasional. (pn/ pmk)






