
7 Amalan saat Perempuan Haid di Bulan Ramadan, Tetap Dapat Pahala dan Keberkahan
Bulan Ramadan adalah bulan bagi semua umat muslim di dunia, bulan yang penuh dengan berkah dan dilipat gandakan pahala bagi yang mengerjakan kebaikan di bulan suci Ramadan ini.
Umat muslim berlomba-lomba untuk melakukan ibadah seperti shalat lima waktu, shalat tarawih dan tadarus Alquran. Sayang sekali bagi muslimah yang sedang haid tidak diperbolehkan melakukan ibadah-ibadah tersebut.
Dalam kitab Taqrib dijelaskan mengenai delapan jenis ibadah yang tidak boleh dilakukan ketika perempuan sedang haid dan nifas.
Jenis ibadah yang tidak boleh dilakukan meliputi shalat, puasa, membaca Alquran, membawa serta menyentuh mushaf, masuk masjid, thawaf, jima’ dan bersenang-senang di sekitar organ intim.
Delapan jenis larangan ibadah tersebut dianut oleh madzhab Syafi’i, sedangkan madzhab Maliki dengan mutlak membolehkan perempuan haid membaca Alquran dan madzhab Hambali membolehkan perempuan haid beri’tikaf di masjid.
Bagi muslimah yang haid di bulan Ramadan, masih ada amalan ibadah sunnah yang bisa dilakukan supaya mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
- Berdzikir
Rasulullah dalam hadits riwayat Imam Bukhari bersabda:
“Perumpamaan antara orang yang berdzikir pada Allah SWT dan mana yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan mati.”
Macam-macam dzikir banyak sekali seperti melafalkan kalimat tasbih, takbir, hauqalah, istighfar, sholawat, dan lain sebagainya. - Berdoa
Doa merupakan ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdoa bisa diucapkan dengan bahasa apa saja, kapan saja dan dimana saja.
Madzhab Syafi’i ulama bersepakat bahwa memang perempuan haid dan nifas tidak diperbolehkan membaca, membawa bahkan menyentuh mushaf, akan tetapi beberapa ulama ada yang membolehkan membaca Alquran tanpa menyentuhnya, dengan niat untuk berdoa, berdzikir serta mempelajarinya.
Hal ini dijelaskan dalam kitab I’anatuth Thalibin:
وإن قصد الذكر وحده أو الدعاء أو التبرك أو التحفظ أو أطلق فلا تحرم لأنه عند وجود قرينة لا يكون قرأنا إلا بالقصد ولوبما لا يوجد نظمه فى غير القرأن كسورة الإخلاص
Artinya: “Apabila ada tujuan untuk berdzikir atau berdoa saja, atau mencari berkah atau menjaga hafalan, atau tidak ada tujuan apa pun (Selama tidak berniat membaca Alquran) maka (membaca Alquran bagi perempuan haid) tidak diharamkan. Karena saat dijumpai suatu qarinah, maka apa yang dibacanya itu bukanlah Alquran kecuali bila memang dia sengaja berniat membaca Alquran. Meskipun bacaan itu sesungguhnya adalah bagian dari Alquran semisal surat Al-Ikhlas.”
Wallahu a’lam.
- Tersenyum
Senyum adalah ibadah, bahkan ibadah yang sangat mudah. Mengapa tersenyum termasuk ibadah? Karena ketika kita tersenyum kepada orang lain, mereka akan merasakan keakraban dan ikut senang.
Lebih baik tersenyum daripada memasang wajah yang murung dan terlihat marah, karena hal tersebut hanya akan membuat orang lain merasa tersinggung dan menimbulkan ketidaknyamanan.
Kita tidak pernah tahu orang lain yang kita berikan senyuman memiliki permasalahan berat dalam hidupnya, dengan kita tersenyum kepada mereka maka akan membuat mereka bersemangat, dan itu bernilai pahala bagi kita yang mau tersenyum kepada orang lain.
- Bersedekah
Sedekah adalah cara untuk menyucikan harta yang kita miliki dan harta kita terdapat hak anak yatim piatu maupun mereka yang membutuhkan.
Dengan bersedekah harta kita tidak akan pernah berkurang, justru Allah SWT akan menggantinya dengan berlipat ganda dan manusia tidak pernah tahu dari mana asalnya rizki itu diberikan.
Bersedekah tidak perlu menunggu kaya, karena sekecil apa pun kita bersedekah akan tetap bermanfaat. Bersedekah tidak melulu mengenai materi, namun bisa berupa tenaga dan pikiran, bersedekahlah semampu kita.
- Mengamalkan ilmu kepada orang lain
Mengamalkan ilmu yang kita miliki merupakan salah satu amal jariyah, yakni meskipun kita sudah meninggal pahalanya tetap ngalir kepada kita.
Apapun ilmu yang kita miliki amalkanlah kepada orang lain, jika merasa passion dalam bidang memasak, buatlah video tutorialnya, misalnya masakan menu buka puasa lalu upload ke YouTube maupun media sosial lainnya, pasti ada yang menonton lalu mereka terinspirasi dengan masakan yang kita buat.
Kita harus bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin, misal dalam pandemi Covid-19 ini. Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Nah! Kita bisa mengajari anak atau adik kita untuk belajar. Subhanallah, pahala bagi kita.
- Mencari ilmu yang bermanfaat
Mencari ilmu dalam pandangan agama Islam hukumnya wajib (fardhu), seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
عْنْ اَنَسٍ اِبْنُ مَالِكٍ قَلَ قَالَ رَسُوْل الله صلى الله عليه وسلـم طَلَبُ الْعِلْم فَرْيْضَةً عَلى كُلّ مُسْلِمٍ ووضِعً العِلْمِ عِنْدَ غَيْرُأهْلِهِ كَمُقِلِّدِ الْخَنَا زِيْرِ لْجَوْهَرَولَلؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ
Artinya: “Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah saw, bersabda: mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, memberikan ilmu kepada yang bukan ahlinya seperti orang yang mengalungi babi dengan permata, mutiara atau emas.” HR. Ibnu Majah
Dari hadist diatas mengandung makna, bahwa mencari ilmu hukumnya wajib bagi muslim, baik perempuan maupun laki-laki, anak-anak, orang dewasa maupun orang tua.
Salah satu ilmu yang wajib dipelajari oleh kaum muslim adalah tata cara beribadah kepada Allah SWT, agar tidak terjadi kekeliruan dalam beribadah karena kita sudah mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.
Sedangkan makna orang yang mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak mengetahui adalah taraf kemampuan manusia dalam menerima ilmu atau pengetahuan, memberikan ilmu dengan tidak tepat diibaratkan mengalungkan perhiasan pada leher babi, jadi meskipun babi dikalungi perhiasan tetap saja babi tersebut kotor dan menjijikkan.
Bagi perempuan yang sedang haid di bulan Ramadan, pergunakanlah waktu dengan sebaik mungkin. Kita bisa mencari ilmu dengan membaca buku kisah nabi dan Rasul, kitab, ataupun buku-buku islami lainnya.
Bahkan kita bisa mencari ilmu dengan cara berdiskusi secara virtual bersama pemuka agama, atau mendengarkan ceramah agama di YouTube.
- Membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa
Meringankan pekerjaan orang lain merupakan ibadah, terlebih yang kita bantu adalah orang yang berpuasa. Kita akan mendapatkan pahala jika kita melakukannya dengan ikhlas dan tulus dari hati.
Salah satunya adalah membantu kelaurga untuk memasak dan menyiapkan menu buka puasa, bahkan kita bisa mencicipi makanan yang di masak, lho!.
Jadi jangan bermalas-malasan dalam melakukan ibadah meskipun sedang haid, karena banyak amalan ibadah sunnah yang dapat dikerjakan untuk mendapatkan pahala serta keberkahan dari Allah SWT.
Penulis : Khusnul Hidayah






