Umat Budha se Karesidenan Pati Peringati Dharmasanti Waisak

Umat Budha se Karesidenan Pati Peringati Dharmasanti Waisak
Umat Budha se Karesidenan Pati Peringati Dharmasanti Waisak

Patinews.com – Cluwak, Bertempat Di Desa Ngablak telah dilaksanakan Peringatan Dharmasanti Waisak 2561BE/2017 dengan tema “Memahami Kebhinnekaan Dalam kebersamaan” bertempat di halaman Vihara Bodhi Kaloka dukuh Sayang Desa Karangsari Rt 04/Rw 08 Kecamatan Cluwak Pati yang di ikuti kurang lebih 650 orang. (Sabtu, 29 April 2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Bupati Pati H.Haryanto, Letkol inf Andri amijaya kusuma (Dandim 0718/Pati), Saeful arifin (Wabup terpilih), Suroso Sadewa Putra dari majelis buddhayana Indonesia Jateng. Sutarso (Pembimas agama budha jateng Depag), Bikhu kemacaro mahatera, Muspika Kecamatan Cluwak dan perwakilan Seluruh umat Budha dari Pati,Jepara Kudus.

Dalam sambutannya, Suroso Sadewa Putra selaku majelis buddhayana indonesia jateng berharap, “semoga melalui peringatan ini, umat Budha akan senantiasa memperoleh kedamaian kesejahteraan kebahagiaan dan ikut berpartisipasi dalam membangun serta memelihara persatuan dan kesatuaan antar umat beragama, sehingga tercipta iklim sejuk di kabupaten Pati”.

“Umat Budhayana mendukung program pemerintah yaitu mempertahankan keberagaman dan umat budhayana siap ikut mensukseskan program ini. Para pemuka Umat beragama agar selalu meningkatkan serta memiliki tanggung jawab kepada umatnya serta menjadi suri tauladan yang baik. Pesan dari seorang Doktor Tiongkok, Bicara itu mudah berbuat itu sulit tapi mengerti itu lebih sulit”, pungkasnya.

Bupati Pati H.Haryanto MH.MM.MSI mengatakan, “kita ini sering kali dihadapkan pada situasi yang sengaja diciptakan oleh oknum untuk memecah belah kerukunan beragama. Dan kami selalu berusaha hadir serta tidak membeda – bedakan agama apapun. Namun ditiap agama kami selalu berusaha untuk hadir dan berada ditengah – tengah para umat, karna apa, dibanding para bikhu kita lebih ringan, para Bikhu setelah jam 12 tidak boleh makan sampai pagi, kemudian selama hidupnya tidak boleh beristri/nikah ini semata hanya demi umat dan keyakinanya”.

“Jadikanlah kebersamaan Hidup ini dalam rangka utk membangun diwilayah Desa maupun dikabupaten Pati. Kesadaran untuk terus berbuat kebajikan memiliki makna universal sebagai landasan moral dan etika menuju kehidupan nerbangsa dan bernegara yang lebih sejahtera. Kepada para pemuka agama Budha sekali lagi saya mengajak saudara2 utk terus mengedepankan kearifan tanggung jawab dan keihklasan”, tutup Bupati. (pd)

Exit mobile version