
Tradisi dan Budaya Sedekah Bumi di Pati
Oleh: Nurul Aulia, Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA
Di daerah Pati sendiri mempunyai satu budaya yang hampir mempunyai kemiripan disetiap daerah, akan tetapi mempunyai cara yang berbeda dalam upacara atau berjalannya kebudayaan tersebut, kita sebagai warga Pati sendiri tentu tidak asing dengan kata(sedekah bumi) atau yang selama ini sering dikatakan (kabumi) dalam kata singkatnya, hampir disetiap wilayah Pati mengenal dan melakukan acara tersebut, lebih-lebih Pati adalah wilayah yang semboyannya (pati bumi mina tani), disinilah yang menandakan bahwa mayoritas masyarakatnya adalah petani, sedangkan sedekah bumi sendiri diartikan sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap anugrah yang diberikan Allah melalui hasil dari bumi yang melimpah, sehingga masyarakat di Pati senantiasa merayakan atau melakukan ritual tersebut sebagai wujud rasa syukur.
Meskipun hal tersebut banyak dilakukan oleh masyarakat Pati dengan tujuan yang sama, tetapi cara mereka mempunyai perbedaan yang unik disetiap daerah yang ada di Pati, dalam hal ini setiap desa mempunyai khas budaya yang sangat unik dalam perayaan sedekah bumi, tradisi sedekah bumi ada sejak jaman nenek moyang hingga saat ini masih senantiasa berjalan dengan baik .
Sedekah bumi sendiri dilaksanakan setiap satu tahun sekali tepatnya pada dalam pelaksanaanya pemerintah desa setempat mewajibkan setiap keluarga membayar iuran yang telh ditentukan oleh pemdes, kemudian iuran tersebut diserahkan pada pihak yang berwenang dalam acara tersebut untuk digunakan pembiayaan selama proses sedekah bumi berlangsung, yang menarik dari dulu hingga sekarang tidak ada perubahanya adalah ketika hari H pelaksanaan sedekah bumi, setiap warga desa membuat (ambengan) yang berisi buah,sayur dan jajanan pasar, kemudian dibawa keliling desa dengan disertai tongtek, arak-arakan dan drum band.Selain itu, ada juga acara selametan(kondangan) yang bisasanya dilakukan di punden atau rumah salah satu warga, berkatannya pun berasal dari warga sendiri yang tiap rumah di tarik i 2 besekan yang berisikan nasi dan lauk pauk serta jajan. Setelah acara selametan biasanya dihari selanjutnya diadakan acara pengajian dan di hari akhir ada hiburan ketoprak dan wayang.
Sebagai warga Pati ,kita harus merasa bangga dengan keanekaragaman budaya yang terdapat didalamnya dan kita juga harus bisa melestarikan tradisi tersebut.