Tetap Bertahan dengan Mesin Dos
JAKEN (TMMD PATI), PATINEWS.COM
Modernisasi pertanian kini telah masuk ke penjuru desa, contohnya penggunaan mesin panen Combi/Tresher yang kini makin banyak digunakan petani. Namun, tetap masih ada yang bertahan dengan menggunakan mesin manual, warga menyebutnya sebagai mesin dos (perontok padi manual .red).
Darno (50 tahun) warga Dukuh Kemiri, Desa Tamansari, Kecamatan Jaken, Pati adalah salah satunya.
Ia, ditemui satgas TMMD reguler 111 Kodim Pati, Serda Muslimin disela kegiatan TMMD di desa setempat. Sabtu, 10 Juli 2021.
Kepada Serda Muslimin, Darno mengaku, setiap panen padi, petani disini setiap melaksanakan panen untuk merontokan padi menggunakan alat Pedal Thresher, meskipun tergolong masih sederhana namun lebih efisien dibandingkan dengan alat yang bernama Gebotan padi.
“Kelebihan alat ini mampu menghemat tenaga dan waktu juga pengoperasiannya sangat mudah. Alat ini pun mampu mengurangi kehilangan hasil dengan kapasitas kerja 75-100 kg/jam dan cukup dioperasikan oleh satu orang,” terangnya.
Sementara itu Serda Muslimin yang sedang ikut membantu, ia dengan semangatnya mengoprasionalkan alat perontok padi tersebut. Padi yang sudah dipotong dan ditumpuk akan siap dirontokan menjadi gabah kemudian untuk jeraminya bisa dimanfaatkan untuk pakan sapi atau kambing.
“Setelah selesai merontokan padi biasanya petani disini akan kumpulkan jerami disuatu tempat untuk dibawa pulang sebagai pakan ternak,” sambung dia.
(*/dim)







