
Kholik (33), sopir angkot jurusan Tayu – Puncel, sedikit terganggu dan beranggapan bahwa kebijakan tersebut menyusahkan rakyat kecil seperti dirinya. Dia menyayangkan masih banyaknya mobil pribadi yang juga mengantre jatah BBM Subsidi yang seharusnya untuk angutan umum dan motor. Kholik sudah mengantre BBM subsidi jenis premium selama dua jam lebih (26 Agustus 2014).