Siapakah Habib Yang Sebenarnya?

Penulis: Naofal Afiyan Lestanto

muslim with surban (source: freepik.com)

Persepsi masyarakat Indonesia terhadap seorang habib sangatlah beragam. Beberapa diantara mereka telah menyebutkan bahwa habib adalah sesosok orang istimewa, dihormati, dan lain sebaginya. Namun, hakikatnya banyak diantara mereka yang tidak mengetahui bahwa siapa dan yang mana yang pantas disebut sebagai habib.
Lantas siapakah yang harus dipanggil habib?

Kata habib berasal dari bahasa Arab yang mempunyai makna kekasih. Sebutan habib digunakan untuk keturunan Rasulullah yang dicintai . Sebutan habib untuk keturunan Rasulullah umumnya digunakan di negara Yaman, Asia Tenggara dan pesisir Afrika Timur. Padahal sebutan habib tiidak hanya truntuk keturunan Nabi . Keturunan Nabi itu sendiri mempunyai 2 sebutan yaitu Sayyid dan Syarif. Sayyid atau Sayyidah adalah keturunan Nabi dari jalur Husein sedangkan Syarif/Syarifah adalah keturunan Nabi dari jalur Hasan. Hasan dan Husein merupakan putra dari Ali bin Abu Thalib yang menikah dengan salah satu putri nabi yaitu Fatimah.

Masyarakat menyebut keturunan Nabi dengan sebutan habib sebenarnya tidak salah. Sebagai bentuk kecintaan terhadap keturunan Nabi masyarakat sekitar mungkin lebih memilih menggunakan sebutan habib.
Mengutip dari suara.com Cak Nun menjelaskan bahwa Penyebutan habib di Indonesia sangat berbeda dengan penyebutan habib di Timur Tengah. Panggilan habib ditimur tengah digunakan untuk memanggil seseorang yang melakukan perjalan ke Mekah dan Madinah, untuk menyampaikan bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Mereka sangat kagum dengan Rasalullah. Maka mereka menyebut dengan sebutan habib.
Habib itu sendiri mempunyai banyak ciri khas, para Habib ini dikenal dengan penampilan yang indah dan wajah bercahaya. Pakaian mereka tak pernah lepas dari Imamah (penutup kepala), sorban dan jubah (gamis) putih. Terkadang mereka membawa tongkat dan di jari kelingking kanan mereka menempel cincin perak yang semuanya merupakan sunnah Nabi. Para habib juga memiliki akhlak yang baik .

Namun, belakangan ini banyak yang bingung tentang penyebutan habib di Indonesia yang seolah-olah tidak sesuai dengan ciri khas habib itu sendiri yang lemah lembut dan berakhlak mulia. melihat sederet peristiwa kontroversi yang telah menyeret beberapa nama yang kerap dipanggil dengan sebutan habib. Misalnya seperti nama Rizieq Shihab sebagi tokoh pemimpin Front Pembela Islam dan nama Bahar bin Smith sebagai tokoh pimpinan Majelis Pembela Rasulullah. Dua tokoh yang akrab dipanggil habib ini, diketahui tengah terjerat kasus hukum.

Sebelum membahas tentang kasus Habib Rizieq Syihab lebih baik kita mengenal dulu siapakah Habib Rizieq Syihab itu?

Habib Rizieq Syihab adalah imam besar Front Pembela Islam yang lebih dikenal dengan sebutan FPI . Mengutip dari detik.com, Habib Muhammad Rizieq Shihab dilahirkan di Jakarta, pada 24 Agustus 1965 di keluarga ahl al-bait.Jajang,seorang dosen Fakultas Adab dan Humanoia dari UIN jakarta menyatakan bahwa, di indikasikan Keturunan Nabi Muhammad dengan sebutannya habib,

Habib Husein bin Muhammad Shihab adalah sosok ayah dari Habib Rizieq yang pada tahun 1937 telah mendirikan Pandu Arab Indonesia (PAI) bersama dengan rekannya. Dia menjadi seoramg pimpinan PAI yang kemudian beralih namanya menjadi PII. Husein pernah ini juga pernah menjadi mata-mata untuk tentara Indonesia pada tahun 1930-1945.

Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Umar Smith menyatakan bahwa nasab Habib Rizieq terkait dengan Nabi Muhammad SAW begitu jelas. Habib Rizieq berasal dari marga Qabilah Bin Shihab sebagian pula telah menyebutkan Bin Shahab atau Bin Shihabuddin.

Marga Shihabuddin ini telah dikenal sejak lama sebagai ahli ilmu dan ulama besar, serta menguasai ilmu pengetahuan setiap zamannya.Habib Zein mengatakan, Hingga saat ini, dari marga Bin Shihab kebanyakan merupakan seorang intelektual pada bidangnya masing-masing.

Bin Shihabuddin merupakan salah satu cabang dari keturunan Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali, dan nasabnya terus tersambung hingga sampai ke Imam Ahmad Al-Muhajir. Kemudian Berlanjut sampai bin Isa bin Muhamad bin Imam Ali Al-Uraidhi, bin Ja’far As-Sodiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husein As-Syahid bin Ali bin Abi Tholib dengan Fatimah Az-zahra binti Rasulullah SAW.
Melihat banyaknya kontrofersi saat ini,beberapa penulusuran ternyata menemukan bahwa nama Habib Rizieq kini dikenal sedang berurusan dengan kepolisian sejak lama. Habib Rizieq terjerat kasus terbaru tentang kerumunan di acaranya. Kasus kerumunan di acara Habib rizieq di Petamburan sudah naik dalam penyidikan.

Polisi telah menemukan unsur pelanggaran terhadap protokol kesehatan. Seperti yang diketahui banyak orang. Acara Habib Rizieq di Petamburan telah menimbulkan kerumunan masa. Acara tersebut dihadiri banyak orang tanpa mengidahkan protocol kesehatan.

Habib Rizieq juga banyak mendapat kritikan dan penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Masyarakat merasa khawatir akan kenyamanan dan keamanan yang dianggap tidak terjamin. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini, yang tidak kunjung selesai.

Dengan melihat fenomena seperti ini justru akan terlihat aneh jika perilaku seorang habib tidak sesuai dengan perilaku Rasulullah. Seharusnya sorang habib harus mempunyai akhlak yang baik agar dicontoh masyarakat sekitar.

Sumber:
https://jatim.suara.com/read/2020/11/12/145751/cak-nun-bilang-rizieq-shihab-tidak-cocok-dipanggil-habib-ini-penjelasannya

https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/wisnu-prasetiyo/mereka-yang-layak-disebut-habib
https://news.detik.com/berita/d-5249967/silsilah-habib-rizieq-shihab

Exit mobile version