Semarak Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Di Kediri

Semarak Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Di Kediri
Semarak Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Di Kediri

Patinews.com – Kediri, Ribuan umat Hindu yang ada di Kota dan Kabupaten Kediri melaksanakan upacara sembahyang juga membawa sesaji untuk ritual ,sebelum melakukan perayaan Hari Raya Nyepi, dan upacara melasti ini langsungkan di waduk Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Ritual religi tersebut juga dihadiri Bupati Kediri, Hj.Haryanti Sutrisno, Danramil Kepung, Kapten Arm Sugito (mewakili Dandim Kediri), Kapolsek Kepung AKP Sulistyo dan Camat Kepung, Ary Budianto, serta beberapa tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB dan menetap di Kediri, sabtu (25/03/2017)

Ida Pandita Wesnawa Atmaja Nirmala yang biasa dipanggil Singgih Pandita sebagai Ketua Loka Palasraya Umat Hindu. Para umat Hindu sebelum melakukan ritual larung sesaji di waduk Siman mendapatkan percikan air suci dari Pemangku. Pemberian air suci itu di percikan setelah melakukan sembahyang.

Dari penjelasan beliau, upacara melasti atau melelasti dapat didefinisikan sebagai “nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta”, yang berarti menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti laut, danau, waduk dan sumber-sumber air lainnya bagi wilayah yang tidak memiliki laut atau danau, dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan yang dapat digunakan untuk pembersihan “buana agung dan buana alit” yaitu segala kotoron alam semesta. Sedangkan tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Pada sambutannya, Bupati Kediri meminta semua warga Kediri untuk menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama dan tidak dibenarkan tindak intoleransi bisa berkembang dan tumbuh di Kediri. Keberadaan umat Hindu di Kediri sudah ada sejak dulu ,bahkan hampir 99% umat Hindu disini adalah asli warga Kediri bukan lahir dan besar di luar Kediri. Untuk itu seluruh umat beragama di Kediri harus saling menjaga dan saling menghormati satu sama lain.

Dari keterangan Kapten Arm Sugito Waduk Siman sendiri menjadi icon bagi yang suka mencari ketenangan dan pemandangan yang menyejukkan mata, karena suasana di waduk Siman sangat mendukung kedua hal tersebut. Waduk Siman ini memiliki tiga pintu air yang mengalirkan air untuk pertanian. Pintu air pertama mengalirkan air ke Sungai Serinjing, pintu air kedua mengalirkan air langsung ke sawah-sawah sampai Desa Brumbung dan pintu air Ketiga yang merupakan pintu terbesar mengalirkan air ke Sungai Lemurung yang alirannya hingga ke Kabupaten Jombang.

Exit mobile version