[image: 692801579_1447406980736950_1958194161334500278_n.jpg]
Sawah Rusak dan Tambak Gagal Panen, Warga Bulumanis Lor Pati Lawan Limbah Industri Lewat Kampanye Digital
Jeritan warga Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, Pati, terkait pencemaran limbah industri kian memuncak. Setelah berpuluh-puluh tahun hidup berdampingan dengan bau menyengat dan kerusakan ekosistem, warga yang dimotori oleh elemen Karang Taruna kini menempuh jalur kreatif sekaligus hukum untuk menuntut keadilan lingkungan.
Khalid, perwakilan warga sekaligus tokoh pemuda Karang Taruna Desa Bulumanis, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan mereka sudah berada pada tahap yang sangat memprihatinkan akibat limbah cair dari pabrik tepung tapioka dan pengolahan udang.
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗸 𝗟𝘂𝗺𝗽𝘂𝗵 𝗔𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗭𝗮𝘁 𝗞𝗶𝗺𝗶𝗮 Pencemaran ini tidak hanya berdampak pada polusi udara berupa bau busuk yang menyengat, tetapi telah merusak sendi ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.
“Limbah cairan ini beracun karena mengandung bahan kimia dan kotoran sisa industri seperti kulit ketela. Dampaknya ke sawah sangat buruk; tanah menjadi terlalu panas dan lembek. Akibatnya, petani sawah dan tambak di sini sering gagal panen,” keluh Khalid saat ditemui di lokasi, Minggu (10/5/2026).
𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗲𝗻 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼: 𝗞𝗮𝗺𝗽𝗮𝗻𝘆𝗲 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹 Guna menarik perhatian publik dan pemangku kebijakan, warga berinisiatif menggelar Lomba Pembuatan Konten Video bertema bahaya limbah. Langkah ini diambil sebagai bentuk kampanye terbuka untuk menunjukkan kepada dunia betapa parahnya kerusakan alam yang mereka alami.
𝗣𝗲𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮: 𝗧𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝘀𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗱𝘂𝗹𝗶 𝗹𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 Mekanisme Penilaian: Ditentukan melalui dukungan atau like terbanyak di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram.
“Kami ingin melalui konten-konten ini, orang banyak bisa melihat kerugian kami dari tahun ke tahun. Ini adalah langkah awal sebelum kami membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegas Khalid.
𝗠𝗲𝗻𝘂𝗻𝘁𝘂𝘁 𝗦𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗼𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗺𝗯𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿 Warga menegaskan bahwa mereka tidak berniat menghalangi operasional industri atau menutup aliran air, melainkan menuntut tanggung jawab perusahaan dalam mengelola limbah sebelum dibuang ke alam.
“Harapan kami, baik pemerintah maupun dinas terkait segera menangani masalah ini. Pengelolaan limbah harus diperbaiki agar air yang masuk ke sungai dan lahan kami tidak lagi beracun dan bisa diterima oleh alam,” pungkasnya.
#fyp #virals #jangkauanluas #jateng #pati
Sawah Rusak dan Tambak Gagal Panen, Warga Bulumanis Lor Pati Lawan Limbah Industri Lewat Kampanye Digital
Jeritan warga Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, Pati, terkait pencemaran limbah industri kian memuncak. Setelah berpuluh-puluh tahun hidup berdampingan dengan bau menyengat dan kerusakan ekosistem, warga yang dimotori oleh elemen Karang Taruna kini menempuh jalur kreatif sekaligus hukum untuk menuntut keadilan lingkungan.
Khalid, perwakilan warga sekaligus tokoh pemuda Karang Taruna Desa Bulumanis, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan mereka sudah berada pada tahap yang sangat memprihatinkan akibat limbah cair dari pabrik tepung tapioka dan pengolahan udang.
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗸 𝗟𝘂𝗺𝗽𝘂𝗵 𝗔𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗭𝗮𝘁 𝗞𝗶𝗺𝗶𝗮 Pencemaran ini tidak hanya berdampak pada polusi udara berupa bau busuk yang menyengat, tetapi telah merusak sendi ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.
“Limbah cairan ini beracun karena mengandung bahan kimia dan kotoran sisa industri seperti kulit ketela. Dampaknya ke sawah sangat buruk; tanah menjadi terlalu panas dan lembek. Akibatnya, petani sawah dan tambak di sini sering gagal panen,” keluh Khalid saat ditemui di lokasi, Minggu (10/5/2026).
𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗲𝗻 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼: 𝗞𝗮𝗺𝗽𝗮𝗻𝘆𝗲 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹 Guna menarik perhatian publik dan pemangku kebijakan, warga berinisiatif menggelar Lomba Pembuatan Konten Video bertema bahaya limbah. Langkah ini diambil sebagai bentuk kampanye terbuka untuk menunjukkan kepada dunia betapa parahnya kerusakan alam yang mereka alami.
𝗣𝗲𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮: 𝗧𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝘀𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗱𝘂𝗹𝗶 𝗹𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 Mekanisme Penilaian: Ditentukan melalui dukungan atau like terbanyak di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram.
“Kami ingin melalui konten-konten ini, orang banyak bisa melihat kerugian kami dari tahun ke tahun. Ini adalah langkah awal sebelum kami membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegas Khalid.
𝗠𝗲𝗻𝘂𝗻𝘁𝘂𝘁 𝗦𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗼𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗺𝗯𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿 Warga menegaskan bahwa mereka tidak berniat menghalangi operasional industri atau menutup aliran air, melainkan menuntut tanggung jawab perusahaan dalam mengelola limbah sebelum dibuang ke alam.
“Harapan kami, baik pemerintah maupun dinas terkait segera menangani masalah ini. Pengelolaan limbah harus diperbaiki agar air yang masuk ke sungai dan lahan kami tidak lagi beracun dan bisa diterima oleh alam,” pungkasnya.
#fyp #virals #jangkauanluas #jateng #pati
