[image: 485b5f2a-500e-4f4e-81b8-566e35c59d76.jpg] Satu Tahun Sekolah Rakyat Pati, Plt Bupati: Anak Keluarga Miskin Kini Punya Kesempatan yang Sama
Program Sekolah Rakyat Kabupaten Pati dinilai berhasil membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri peringatan satu tahun Sekolah Rakyat Kabupaten Pati melalui kegiatan Open House di Aula Sekolah Rakyat/Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala DinsosP3AKB Kabupaten Pati, para camat se-Kabupaten Pati, serta para siswa Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Chandra mengaku terkesan dengan perkembangan Sekolah Rakyat yang menurutnya telah melampaui ekspektasi sejak pertama kali dijalankan. Ia menilai kualitas fasilitas, layanan pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa telah berjalan sangat baik.
“Program ini sangat luar biasa. Tadi saya sudah melihat langsung kelas-kelasnya. Kondisinya bersih, fasilitasnya lengkap, kamar mandinya juga bersih. Anak-anak mendapatkan tiga kali makan dan makanan ringan. Mereka benar-benar merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Chandra.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga menjamin kebutuhan gizi dan pembentukan karakter para siswa. Program ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi adik-adik kita yang berasal dari desil 1. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik seperti anak-anak lainnya,” katanya.
Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat juga terlihat dari jumlah peserta didik yang terus meningkat. Chandra mengungkapkan, kuota jenjang SMP telah terpenuhi sebanyak 190 siswa, sedangkan jenjang SMA telah terisi 90 siswa.
“Untuk tahun ini, jenjang SMP sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa. Yang masih tersedia saat ini adalah jenjang sekolah dasar dengan sekitar 30 siswa, karena sebagian orang tua masih mempertimbangkan sistem asrama bagi anak-anak usia dini,” jelasnya.
Selain pendidikan formal, para siswa juga mendapatkan pembelajaran tambahan yang mendukung pengembangan kemampuan dan karakter. Chandra menyebut sejumlah siswa bahkan telah mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab.
“Anak-anak ini sudah mampu berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Pelajaran mereka juga tidak tertinggal dari sekolah-sekolah lain. Bahkan setelah kegiatan belajar formal, mereka masih mendapatkan pembelajaran agama dan aktivitas positif lainnya,” tuturnya.
Untuk memperluas jangkauan program, Pemerintah Kabupaten Pati juga tengah mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat baru di Kecamatan Tlogowungu. Saat ini progres pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
“Nanti hari Selasa kami akan berkunjung ke lokasi di Tlogowungu untuk memastikan kesiapan pembangunan dan menentukan waktu operasionalnya. Tempatnya akan lebih besar dibandingkan yang sekarang,” ungkap Chandra.
Melalui kegiatan Open House satu tahun Sekolah Rakyat ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat program tersebut sekaligus mendukung upaya pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter bagi seluruh anak di Kabupaten Pati.
@patinews #pati #jateng #fyp #virals #jangkauan
Program Sekolah Rakyat Kabupaten Pati dinilai berhasil membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri peringatan satu tahun Sekolah Rakyat Kabupaten Pati melalui kegiatan Open House di Aula Sekolah Rakyat/Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala DinsosP3AKB Kabupaten Pati, para camat se-Kabupaten Pati, serta para siswa Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Chandra mengaku terkesan dengan perkembangan Sekolah Rakyat yang menurutnya telah melampaui ekspektasi sejak pertama kali dijalankan. Ia menilai kualitas fasilitas, layanan pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa telah berjalan sangat baik.
“Program ini sangat luar biasa. Tadi saya sudah melihat langsung kelas-kelasnya. Kondisinya bersih, fasilitasnya lengkap, kamar mandinya juga bersih. Anak-anak mendapatkan tiga kali makan dan makanan ringan. Mereka benar-benar merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Chandra.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga menjamin kebutuhan gizi dan pembentukan karakter para siswa. Program ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi adik-adik kita yang berasal dari desil 1. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik seperti anak-anak lainnya,” katanya.
Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat juga terlihat dari jumlah peserta didik yang terus meningkat. Chandra mengungkapkan, kuota jenjang SMP telah terpenuhi sebanyak 190 siswa, sedangkan jenjang SMA telah terisi 90 siswa.
“Untuk tahun ini, jenjang SMP sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa. Yang masih tersedia saat ini adalah jenjang sekolah dasar dengan sekitar 30 siswa, karena sebagian orang tua masih mempertimbangkan sistem asrama bagi anak-anak usia dini,” jelasnya.
Selain pendidikan formal, para siswa juga mendapatkan pembelajaran tambahan yang mendukung pengembangan kemampuan dan karakter. Chandra menyebut sejumlah siswa bahkan telah mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab.
“Anak-anak ini sudah mampu berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Pelajaran mereka juga tidak tertinggal dari sekolah-sekolah lain. Bahkan setelah kegiatan belajar formal, mereka masih mendapatkan pembelajaran agama dan aktivitas positif lainnya,” tuturnya.
Untuk memperluas jangkauan program, Pemerintah Kabupaten Pati juga tengah mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat baru di Kecamatan Tlogowungu. Saat ini progres pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
“Nanti hari Selasa kami akan berkunjung ke lokasi di Tlogowungu untuk memastikan kesiapan pembangunan dan menentukan waktu operasionalnya. Tempatnya akan lebih besar dibandingkan yang sekarang,” ungkap Chandra.
Melalui kegiatan Open House satu tahun Sekolah Rakyat ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat program tersebut sekaligus mendukung upaya pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter bagi seluruh anak di Kabupaten Pati.
@patinews #pati #jateng #fyp #virals #jangkauan








