Sambatan, Budaya Untuk Menguatkan Solidaritas Masyarakat

Oleh: Moh Ajib (Pengembangan Masyarakat Islam) IPMAFA PATI

Kata “sambatan” mungkin asing bagi sebagian orang, akan tetapi ketika kata itu masuk pada wilayah perdesaan maka hampir semua orang sudah tau. Kata “sambatan” atau dalam bahasa Indonesia (GOTONG ROYONG) menurut bahas berasal dari kata (sambat) kemudian memiliki akiran (an), sambat sendiri meliki arti (keluh) kemudian tambahan ( an) berfungsi sebgai penguat, jadi sambatan jika kita maknai secara utuh adalah (keluhan).

Sedangkan menurut istilah (sambatan atau gotong royong) adalah merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama untuk meringankan beban orang lain, secara keseluruhan dari pernyataan di atas, keluhan atas beban pekerjaan yang dimiliki seseorang itu yang kemudian dengan sendirinya masyarakat terpanggil untuk membantu meringankan beban atau keluhan tersebut bersama-sama, sehingga orang tersebut merasa tenang dan keluhan yang dimiliki terasa berkurang, sambatan sendiri merupakan budaya dalam hidup bermasyarakat yang bejalan sejak berabad-abad lamanya hingga kini, terutama di perdesaan.

Dalam sambatan ini mengajarkan berbagai hal dalam hidup yang berdampingan, yang paling terlihat jelas adalah bagaimana masyarakat saling hidup dengan senantiasa menjalin kerukunan dan ke damaian, bagi masyarakat sambatan merupakan suatu hal dimana ketika tetangga mempunyai pekerjaan yang tidak mungkin bisa dilakukan sendiri maupun pekerjaan untuk umum, maka mereka merasa bahwa pekerjaan itu juga sama dengan pekerjaanya sendiri dan mereka ikut merasakan beban yang dirasakan oleh orang lain (tetangganya), bisa juga mengajarkan untuk mempunyai rasa tanggung jawab, karena beban yang dirasakan oleh orang lain merupakan tanggung jawab semua masyarakat, sehingga ketika rasa itu tertanam pada diri manusia maka orang itu merasa salah jika mereka tidak bisa memenuhi rasa sosialisme yang memang dibutuhkan oleh semua orang, bisa juga dengan sambatan ini kita mendapatkan pelajaran berharga yaitu bagaimana kita menghargai orang lain, menghormati kerukunan, ikut menciptakan sebuah kedamaian dalam bermasyarakat dan mengetahui bagaimana meringankan beban orang lain dan masih banyak lagi hal-hal berharga yang kita dapatkan dari sambatan ini terutama yang berhubungan dalam sosialisme manusia.

Mungkin sepintas sambatan adalah hal yang sangat sepele dan bernilai kecil sekali, namun menurut saya itu sangat salah, karena sambatan ini jika tidak didasari dengan rasa tanggung jawab dan keihlasan maka orang tidak akan melakukanya, alasanya sambatan adalah membantu tanpa adanya imbal balik berupa materi, hanya mendapat jamuan makan minum saja, selain itu sabatan juga pasti mengorbankan pekerjaan pribadi, mengorbankan waktu dan tenaganya, disinilah letak sosialismenya, karena orang melakukan ini tanpa mempunyai niat dan sadar akan perlunya gotong royong maka sangatlah sulit melakukanya, apa lagi pada zaman sekarang hampir semua bisa berjalan apabila dengan uang atau bernilai materi.

Sambatan merupakan panggilan jiwa yang ihlas dan panggilan hati nurani dimana orang merelakan kehilangan beberapa kepentnganya, jika tidak benar-benar didasari oleh rasa sosial yang tinggi maka tidak akan bisa berjalan, sebagai contoh ketika orang mau mendirikan rumah maka orang tersebut tidak usah datang kerumah-rumah tetangga satu kampung, kemudian karena masyarakat mempunyai kesadaran sosial yang tinggi maka ketika waktu pendirian rumah tersebut masyarakat akan datang sendiri untuk membantunya tanpa menginginkan imbalan dari tuan rumah. Semua itu karena masyarakat sadar akan pentingnya sosial dalam hidup dan mereka tidak mau sampe terjadi (hukum sosial di masyarakat).

Dalam hal ini sambatan tidak hanya mengacu pada satu bidang pekerjaan saja, namun bnyak hal yng dilakukan dengan cara sambatan, mungkin yang sangat jelas dan umum adalah sambatan mendirikan rumah, akan tetapi menurut saya dengan fakta-fakta yang selama ini saya lihat kususnya di pedesaan sambatatn terdiri dari beberapa hal hingga sosial keagamaan seperti tahlilan, tanpa diminta maka masyarakat muslim pasti akan menyadari akan kebutuhan sosial keagamaan.

Tidak hanya itu, sambatan juga sangat kental dibidang pertanian, dimana ketika ada tetangga yang panen padi maupun jagung, maka tanpa diminta masyarakat kususnya ibu-ibu akan datang dengan sendiri untuk membantu dalan panen tersebut sehingga proses panen tersebut akan terasa ringat, yang aslinya kalo dipanen sendiri bisa dua hari baru selelsai dengan adanya sambatan maka stu hari sudah selesi, orang yang panen ini memberi jamuan makan minum dan cemilan (jamenan) pada orang yang sambatan, terkadang juga dikasih gabah se ihlasnya. Disini nampak jelas bahwa sosial sangat terbangun dengan baik, saling membantu dan saling bergantian.

Gambar di atas adalah gambaran masyarakat sedang panen dan di situ orang-orang yang yang ada dalam gambar tersebut adalah pelaku sambatan, yang dengan ihlas tanpa adanya imbalan materi yang didapatkan, dan keesokan harinya gantian orang yang saat itu panen giliran membantu atau sambatan di tempat orang yang ada digambar tersebut.

Jadi disini jelas bahwa sambatan adalah merupakan budaya masyarakat yang sudah ada sejak jaman kewalian hingga saat ini, meskipun akir-akir ini sambatan sudah mulai berkurang namun dibeberapa daerah masih banyak yang mampu menjaga dan melestarikan budaya sambatan. Sambatan mempunyai nilai sosial yang tinggi karena sambatan adalah menolong, membantu dan meringankan beban orang lain dengan didasri kesadaran, kemauan dan keihlasan yang tiggi, letak sosial yang paling penting adalah menjaga persatuan, kerukunan, kedamaian dan saling mengerti serta menghargai orang lain.

Kondisi seperti ini merupakan bentuk keunikan yang kita miliki, kehidupan dengan gotong royong nampak unik dan gambaran sebuah keharmonisan dalam kehidupan yang berdampingan satu dengan lain, dengan adanya budaya sambatan ini masyarakat menjadi aman, nyaman dan tentram, karena di dalam sambatan merupakan hasil dari satuan perasaan, satu tujuan dan satu harapan yaitu ( pengertian), tanpa adanya pengertian maka manusia tidak akan mempunyai jiwa sosial, tanpa adnya pengertian maka sosial tidak akan pernah tertanam dalam jiwa manusia.

Meningkatkan rasa sosialisme melalui budaya sambatan atau gotong royong juga sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungn, karene pada dasarnya lingkungan adalah milik dan tanggung jawab bersama, jadi perlu persatuan dan kebersamaan dalam menjaganya karena dalam satu wilayah masyarakat tidak mungkin dalam menjaga lingkungan dilakukan perorangan atau individu, karena lingkungan sanat erat literasinya dengan kesehatan maka semua oihal atau semua anggota masyarakat harus bersatu bersama-sama menjaga dan bertanggung jawab dalam penataan dan penjagaan melalui budaya gotongng royong atau dala bahasa jawa sambatan.

Lalu bagaimana keberadaan sambatan pada era sekarang, masih seperti dulu atau sudah ada perubhan? Menurut yang saya ketahui melalui berbagai pengalaman, sambatan sekarang mengalami banyak perubahan, sambatan jaman dulu adalah suatu kegiatan yang wajib bagi masyarakat, antusiasme masyarakat sangat tiggi, akan tetapi pada jaman sekarang sambatan sudah sedikit menurun bahkan hanya terdapat dibeberapa daerah saja, jika hal ini terus terjadi maka sangat mungkin sosialisme masyarakat terhadap sesama juga akan menurun, sehingga jika itu terjadi maka masyarakat semakin lama semakin tidak mengenal dengan siapa mereka berdampingan, bagaimana menjaga kerukunan, menciptakan kedamaian akan hilang dari jiwa masyarakat. jangan sampe hal itu terjadi, jika itu terjadi maka tidak ada lagi kebersamaan, karene pada dasarnya masysrakat akan hidup dengan cara individualisme dan mengabaikan kepedulian dalam hidup dengen kebersamaan serta perasaan.

Sambatan adalah budaya yang bernilai sosial yang tinggi maka marilah kususnya para pemuda untuk senantiasa memprtahankan budaya yang mempunyai nilai baik ini agar tidak hilang dan bisa menjaga kerukunan serta kedamaian antar mahluk hidup dalam beragama, berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Itulah sedikit pengalaman yang dapat saya berikan, kurang lebihnya mohon maaf dan semoga bermanfaat buat saya pribadi dan buat anda semua.

patinews.com @patinewscom

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com @patinewscom

Recent Posts

Krisis Air Bersih, Dua Desa di Jakenan Didrop Truk Tangki

Krisis Air Bersih, Dua Desa di Jakenan Didrop Truk Tangki Patinews.com - Jakenan, Droping bantuan air bersih kembali diberikan untuk…

9 jam ago

Diduga Curi Sembilan Tandan Pisang, Seorang Pria Diamankan Polsek Pati Kota

Patinews.com - Kota, Diduga mencuri sembilan tandan pisang, seorang Pria berinisial K (22th) warga Bancar Tuban Jatim ditangkap dan diamankan…

10 jam ago

Silaturahim Antar Pejabat Pati, Bupati Singgung Persetujuan APBD Perubahan Hingga Asesmen

Silaturahim Antar Pejabat Pati, Bupati Singgung Persetujuan APBD Perubahan Hingga Asesmen PatiNews.Com - Kota, Dalam silaturahim antar pejabat di lingkup…

11 jam ago

Bagikan Kartu Haji, Kabupaten Pati Jadi yang Pertama di Jateng

Bagikan Kartu Haji, Kabupaten Pati Jadi yang Pertama di Jateng PatiNews.Com - Kota, Pengajian tasyakuran kedatangan jamaah haji 1440 H…

13 jam ago

Kenalkan Potensi Pati, SEJATI Gelar Event Bergengsi di Dukuhseti

Kenalkan Potensi Pati, SEJATI Gelar Event Bergengsi di Dukuhseti PatiNews.Com - Dukuhseti, Geliat masyarakat Pati untuk turut serta memperkenalkan potensi…

15 jam ago

Sumber Air Mengering, Warga Tambahagung Tambakromo Dapatkan Kiriman Air Bersih

Sumber Air Mengering, Warga Tambahagung Tambakromo Dapatkan Kiriman Air Bersih PatiNews.Com - Tambakromo, Dampak kemarau panjang melanda disejumlah wilayah di…

19 jam ago