Puluhan Tahun Rusak, Jalan Tompegunung–Durensawit Akhirnya Dianggarkan Rp3 Miliar pada APBD Perubahan 2026

[image: a28437c1-a927-47e8-bf30-b70bc2059ada.jpg] Puluhan Tahun Rusak, Jalan Tompegunung–Durensawit Akhirnya Dianggarkan Rp3 Miliar pada APBD Perubahan 2026
Harapan warga Dukuh Gelur, Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya mendapat kepastian. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memastikan ruas jalan penghubung Desa Tompegunung dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, akan diperbaiki melalui APBD Perubahan Tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Chandra saat meninjau langsung kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah pada Sabtu (20/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati beserta jajaran terkait.
Peninjauan dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Pati menerima berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kendala aktivitas warga.
“Ini sudah kita survei dan kita cek. Nanti di anggaran perubahan kita anggarkan Rp3 miliar. Mungkin sekitar 1 kilometer. Pelaksanaannya sekitar bulan September atau Oktober,” ujar Chandra di hadapan warga.
Menurutnya, ruas jalan tersebut belum masuk dalam program pembangunan pada APBD murni Tahun 2026. Namun setelah menerima aspirasi masyarakat dan melihat langsung kondisi di lapangan, pemerintah daerah memutuskan untuk mengupayakan perbaikannya melalui APBD Perubahan.
“Setelah mendengar keluhan masyarakat, kami turun untuk memastikan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganannya,” katanya.
Ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat setempat. Selain menjadi akses utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar, jalan itu juga digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat.
Kedatangan Plt Bupati disambut antusias warga yang selama ini menantikan perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
Perangkat Desa Tompegunung, Sumarlan, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat.
“Semoga segera dibangun. Jalan rusak di sini sudah puluhan tahun. Jalan ini dilewati warga untuk ke sekolah, rumah sakit, pasar, dan berbagai aktivitas lainnya. Harapan kami bisa cepat dibangun dan diteruskan sampai selesai,” tuturnya.
Dengan rencana penganggaran sebesar Rp3 miliar untuk penanganan sepanjang kurang lebih satu kilometer, masyarakat berharap perbaikan jalan dapat segera terealisasi sehingga akses transportasi menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga di wilayah Tompegunung dan sekitarnya.
Perbaikan infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
@patinews #pati #jateng #fyp #virals #jangkauan
Exit mobile version