Puisi, “Ketika Disebut Banser”
Oleh : Imam Muhlis Ali
Ketika di sebut Banser
Yang terbayang seragam loreng-loreng hijau
Ketika di sebut Banser
Yang terngiang jaga pengajian
Ketika di sebut Banser
Yang terpikir sukarela tak ada gaji
Ketika di sebut Banser
Para musuh Pancasila ada yang teriak
Ketika di sebut Banser
Para musuh ke Bhinneka an tak setuju
Ketika di sebut Banser
Emak-emak bangga dan mendo’akan
Ketika di sebut Banser
Para Kyai ulama’ mengasihi dan mendo’akan
Ehmm…
Banser oh Banser, memang kau Banser
Ketika Banser tak di sebut di TV Nasional
Ketika Banser tak di sebut di Media Nasional
Ketika Banser tak di sebut saudara islam
Ketika Banser di anggap satgas ormas ‘ndeso’
Ketika Banser hampir-hampir saja disamakan petugas keamanan biasa
Ketika pakai seragam Banser dianggap ‘aneh’
Ketika bertugas malam Banser dianggap ‘melekan malam’ tak bermanfaat
Ehmm…ehmmm…
Tiba-tiba….
Nun.jauh dari Indonesia
Banser NU Indonesia di sukai penduduk dunia maju
Banser disebut wajah islam damai
Banser NU disebut the rule of model islam moderat dan bijak
Banser disebut The young moslem rahmatan lil Alamin
Banser …

