Perubahan Perilaku Masyarakat Di Tengah Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Perekonomian Indonesia

Fenomena Belanja Online yang Digandrungi Masyarakat Saat Pandemi (Dok Freepik.com)

Fenomena Belanja Online yang Digandrungi Masyarakat Saat Pandemi (Dok Freepik.com)

Penulis: Yuliana Nuur Azizah

Pandemi Covid-19 telah melanda di berbagai negara, terutamanya di Indonesia. Pemerintah dan masyarakat dihadapkan problematika, tuntutan dan tantangan gaya atau pola, kehidupan baru. Berbagai sektor pun terkena imbas akibat kedatangan Covid-19 ini, bukan hanya pada sektor ekonomi saja, tetapi sektor pariwisata, sektor pendidikan, dan berbagai sektor lainnya pun juga ikut terdampak Covid-19. Mau tak mau segala sektor harus mengupayakan agar kegiatannya tetap berjalan dengan lancar dan dapat melayani kebutuhan masyarakat luas.

Dulunya, masyarakat bebas dan leluasa beraktivitas di luar rumah dan kini harus dibatasi ruang geraknya. Perilaku masyarakat Indonesia yang selalu berkumpul, berjabat tangan kini harus menghindari hal-hal tersebut untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Perilaku masyarakat Indonesia semenjak kedatangan Covid-19 kesemua kegiatan atau berbagai bidang menggunakan layanan online alias daring. 

Perilaku masyarakat Indonesia ketika berbelanja lebih senang dengan mendatangi store atau tempat perbelanjaan secara langsung. Tetapi, adanya pandemi kegiatan tersebut berubah, yakni masyarakat lebih disarankan dengan belanja secara online alias melalui e-commerce. Oleh karenanya, kedatangan pandemi ini pengusaha dalam berbagai sektor harus melakukan pelayanan kepada customers atau pembeli secara virtual. Hal ini dilakukan demi kelancaran ekonomi bersama. 

Berikut beberapa kelebihan berbelanja online saat pandemi Covid-19, antara lain sebagai berikut; (a) Dengan berbelanja online dapat menghindari kontak langsung yaitu dengan menerapkan social and physical distancing dibandingkan dengan berbelanja langsung ke toko,  (b) Dengan berbelanja di toko online, kita dapat mudah menemukan barang yang dibutuhkan, sedangkan offline store barang yang dicari belum tentu tersedia, (c) Dengan berbelanja online dapat melakukan pembayaran online (transaksi digital seperti elektronic bangking, dompet digital e-wallet, dan lain sebagainya) sedangkan berbelanja langsung toko biasanya lebih banyak menggunakan transaksi uang cash, sehingga memudahkan penularan Covid-19, (d) berbelanja online lebih banyak memberikan potongan harga atau diskon serta biaya pengurangan ongkos kirim sehingga lebih banyak menarik pelanggan dibandingkan offline store yang pada waktu-waktu tertentu saja memberikan diskon atau potongan harga.

Berikut beberapa kekurangan berbelanja online saat pandemi Covid-19, antara lain sebagai berikut; (a) Barang di online sore tidak dapat menjamin kualitas barang, sedangkan di offline store kita dapat melihat seksama akan kualitas barang tersebut, (b) Berbelanja online mendorong untuk hidup boros, karena barang yang semestinya tidak diperlukan malahan dibeli. Sedangkan berbelanja langsung ke toko lebih tertata dan terencana, sehingga pengeluaran dapat dikontrol dengan baik, (c) berbelanja online mendorong kita untuk boros kuota atau paket internet.

Selain mengenai gaya hidup baru masyarakat dengan belanja online, pola konsumsi masyarakat juga berubah drastis. Misalnya, dulunya masyarakat menyukai minuman yang terbilang kekinian, sekarang beralih ke minuman herbal atau jamu guna meningkatkan daya tahan tubuh. Dulunya masyarakat menyukai makanan siap saji seperti junk food sekarang beralih ke makan-makanan yang sehat, seperti frozen food dan lain sebagainya.

Di era pandemi, peningkatan penggunaan kuota internet juga melambung pesat, dikarenakan work from home dan study from home serta kegiatan dalam berbagai media sosial yang dimana mengharuskan penggunaan kuota internet. Besarnya penggunaan jaringan internet membuat pengusaha jaringan internet (khususnya regional) harus dapat bersaing demi menarik perhatian masyarakat luas dan ditujukan agar mendapatkan konsumen banyak.

Perubahan gaya hidup lainnya yaitu mengenai bidang olahraga, terutamanya olahraga sepeda dan kegiatan kelas olahraga online, seperti yoga. Seperti olahraga sepeda, di masa pandemi banyak orang berbondong-bondong membeli sepeda guna untuk salah satu upaya peningkatan kesehatan tubuh dan menjadi kegiatan yang sedang digemari oleh masyarakat luas. Sedangkan kelas olahraga online juga diminati karena adanya batasan ruang gerak di publik, sehingga disarankan tetap menjalankan kegiatan olahraga melalui daring.

Sebagai masyarakat yang bijak, kita senantiasa tetap memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan hanya ikut-ikutan semata. Karena hal baik bagi orang lain belum tentu baik dan sesuai dengan kita. Oleh karenanya kita harus bisa mengambil sisi positifnya saja dan membuang sisi negatifnya.

Exit mobile version