Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa remaja seseorang belum bisa disebut sebagai desawa, hal ini karena masa remaja belum bisa memegang tanggung jawab seperti orang dewasa, masih terdapat kegoncangan dalam dirinya sendiri dan biasanya disebut masa yang masih labil. Masa labil merupakan kondisi seseorang yang mudah berubah perasaannya dan jiwanya seperti dari sedih berubah menjadi marah. Sifat tersebut akan memicu terjadinya perilaku agresif. Maka, untuk menghindari perilaku agresif kecerdasan emosi sangatlah penting untuk diterapkan.
Emosi adalah luapan ekspresi seseorang yang ditunjukkan terhadap kejadian. Sedangkan kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengontrol dirinya sendiri supaya dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Emosi bukan sekedar hal yang negative, hal yang positif pun juga termasuk emosi pada seseorang, misalnya gembira, cinta dll. Adapun beberapa jenis emosi antara lain:
- Cinta
Cinta adalah salah satu emosi yang penting dalam kehidupan. Hal ini memiliki efek yang baik bagi manusia, adapun efeknya yaitu ketika seseorang menemui cinta maka seseorang itu akan bahagia. Dari cinta seseorang akan termotivasi untuk saling memiliki.
- Marah
Marah adalah dimana kondisi perasaan yang tidak stabil, sehingga diluapkan dengan ekspresi wajah sedang marah ataupun tingkah laku yang aneh. Sifat marah ini dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
- Gembira
Gembira adalah salah satu ekspresi ketika seseorang merasa bahagia. Gembira dapat diperoleh ketika seseorang mendapatkan hal yang baik dalam hidupnya, ataupun harapannya selama ini terkabul.
Dari beberapa jenis emosi, seorang remaja diharapkan dapat mengontrol emosinya terutama pada saat marah. Terkadang ketika remaja marah, maka yang terjadi ialah seorang remaja lebih agresif. Perilaku agresif merupakan perilaku yang menyimpang dari norma sehingga dapat melukai obyek yang ada disekitarnya. Sifat marah seorang remaja biasanya lebih ke perilaku agresif non verbal, bisa berbentuk memukul teman, mencubit, menendang dll. Maka dari itu, sifat marah harus dapat dikontrol oleh pribadinya sendiri dengan cara sering-sering berlatih untuk menenangkan emosi yang berupa marah. Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi atau pengelolaan emosi memiliki keterkaitan yang signifikan untuk mengatasi perilaku agresivitas. Semakin tinggi pengelolaan emosi maka semakin rendah perilaku agresif yang dilakukan.
