Pendidikan Agama Islam Dimasa Pendemi

Pendidikan Agama Islam Dimasa Pendemi

Oleh: Lathifatul Azizah

Pendemi Covid-19 ternyata mempengaruhi pada pola hidup di segala hal. Pada kesehatan, kita juga dianjurkan untuk selalu cuci tangan setelah bepergian dan mau makan, dengan menggunakan air mengalir dan bersih, selalu pakai masker saat keluar rumah.

Bahkan untuk sholat berjamaah di masjid saja harus jaga jarak minimal 1 meter dan memenuhi protokol kesehatan. Dan untuk sholat idul fitri kemaren ditiadakan dan dianjurkan untuk sholat di rumah bersama keluarga, bukan hanya sholat berjamaah saja untuk silaturahmi pada waktu idul adha saja dianjurkan untuk via online.

Terkait ibadah yang dianjurkan jaga jarak tentu melebar hingga pendidikan agama disekolah. Dimana peserta didik tidak bisa terlepas dengan praktik ketika peserta didik ada di rumah dan lingkungan sekitar. Banyak dari mereka yang bertanya-tanya mengapa tidak bisa shalat berjamaah lagi di masjid, dan untuk sholat idul fitri harus di rumah dan tidak bisa berkunjung ke rumah saudara-saudara dengan leluasa. Karena tahun-tahun sebelumnya bisa berkunjung ke saudara dan mendapat amplop.

Pendidikan agama secara khusus terwakili oleh pendidikan agama Islam (PAI) yang proses berjalannya secara daring selama masa pandemi ini. Untuk tugas, baik berupa materi dan praktik dikirim lewat WhatsApp (WA). Guru bekerja sama dengan orang tua murid, contohnya guru membuat grup WhatsApp dan isinya itu hanya guru kelas dan wali murid guna untuk mempermudah dalam mengirim materi atau tugas untuk siswa. Untuk tugas teori cukup dikirim balik lewat WA berupa foto atau file word.

Dan untuk tugas praktek, misalnya menghafal surat-surat pendek dan sholat direkam dan dikirim balik lewat WhatsApp berupa video.

Dengan adanya pembelajaran daring ini pasti guru mengalami ketidak puasan terhadap praktek pembelajaran demikian. Karena jarak antara Guru dan murid cukup terlalu lebar.

Selain itu Pada Pembelajaran pendidikan agama tidak hanya sekedar tahu akan pengetahuan Agama. Adapun nilai-nilai yang seharusnya bertambah dengan baik kepada peserta didik.

Mengapa kita sebagai guru PAI perlu mengamati samapi sedalam itu, karena kita sebagai guru yang mendapat tanggung jawab untuk mencerdaskan peserta didiknya ysng tidak sekedar mengajar namun mendidik karakter anak, agar anak didiknya kelak menjadi orang yang baik akhlaknya.

Dalam kedaan pandemi saat ini pendidikan sangat penting dan harus tetap terlaksana dengan baik, karena pendidikan dapat mencerdaskan anak-anak bangsa serta mempersiapkahidup di masa yang akan datang.

Dalam kondisi pandemi saat ini para orang tua harus tetap menanamkan pendidikan agama Islam terhadap anak untuk menjadikan anak yang sholeh/sholehah dan agar mereka terbiasa unuk selalu mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupannya.

Pendidikan Agama Islam merupakan suatu upaya untuk mendidik anak didik untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran agama Islam dan juga disertai dengan tuntutan untuk menghormati Penganut Agama lain.

Tujuan pendidikan agama islam haruslah mengacu pada penanaman nilai-nilai Islam dan tidak melupakan etika dan moralisasi sosial. Penanaman nilai-nilai agama terhadap anak juga menuai kebersihan bagi anak baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Dengan menanamkan pendidikan agama Islam kepada anak maka orang tua akan merasa senang dan bangga memiliki anak yang dapat membantunya kelak.

Diriwayatkan dalam subuah hadits “Apabila seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mau mendoakannya. (HR. Muslim No.1631).

إذَا مَاتَ الإنسانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيةٍ , أوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ , أَوْوَلَدٍ صَا لِحٍ يَدعُو لَهُ
Agama bisa memberi kekuatan atau bencana tergantung dari seberapa jauh nilai agama tersebut memberi nilai kepada individu dan sosial.

(*).

Exit mobile version