Peduli Balita, Puskesmas Gondoriyo Blora dan Mahasiswa KKN Adakan Kelas Balita Stunting
BLORA, PATINEWS.COM
Sesuai instruksi Presiden Jokowi Widodo, setiap daerah perlu menekan angka penderita stunting di wilayahnya. Oleh karena itu, Puskesmas Gondoriyo bersama Mahasiswa KKN adakan Kelas Balita Stunting yang dilaksanakan hari sabtu, 24 Oktober 2020 yang bertempat dibalai desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jateng.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis dimasa dewasanya.
Kegiatan kelas balita stunting diharapkan dapat mencegah resiko stunting pada anak. Sesuai dengan apa yang telah diucapkan Sutrisno selaku petugas Puskesmas Gondoriyo saat diwawancarai di gedung balai desa Kedungbacin.
“Pengadaan kegiatan Kelas Balita Stunting ini ditujukan agar seluruh balita yang ada di wilayah Blora terhindar dari bahaya stunting, sehingga peran serta ibu-ibu dalam menjaga pola makan anaknya sangatlah dibutuhkan, terutama asupan ASI memadai harus tetap diberikan kepada balita selama masa menyusui,” ujarnya.
Kegiatan ini juga turut dibantu oleh mahasiswa dari UIN Walisongo yang sedang dalam masa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sehingga pelaksanaan acara tersebut berjalan dengan lancar.
“Adanya mahasiswa KKN yang turut membantu juga cukup memperingan kinerja petugas, terutama untuk mengawasi anak-anak balita yang terkadang rewel atau bahkan yang hiperaktif,” tambah beliau.
Hal ini juga menunjukan bahwa niat baik petugas Puskesmas disambut baik oleh para ibu-ibu yang memiliki balita. Sebagian dari mereka juga ada mengaku cukup kewalahan dalam mengatur pola makan anak mereka masing-masing sehingga kebutuhan gizi mereka belum bisa tercukupi, ditambah kesibukan sebagai petani yang kadang membuat anak mereka belum bisa terurus dengan baik.
“Saya cukup senang dengan adanya Kelas Balita Stunting dari Puskesmas ini, karena lewat penyuluhan tadi saya menyadari pentingnya perhatian gizi untuk anak agar tidak mengalami stunting,” ujar Sarti, ibu balita kelas stunting.
(pn/ uin).