MTsN 1 Pati Deklarasikan Anti-Bullying Bersamaan Penerimaan Tamu Penggalang

MTsN 1 Pati menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman melalui Deklarasi Anti-Bullying yang digelar bersamaan dengan kegiatan Penerimaan Tamu Penggalang (PTP) bagi peserta didik baru kelas VII, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang melibatkan seluruh warga madrasah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter, menanamkan disiplin, serta memperkenalkan nilai-nilai kepramukaan kepada para siswa sejak awal masa pendidikan.

Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat, selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Dalam amanatnya, ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka ini tidak hanya diucapkan saja, melainkan betul-betul harus dihayati dan diamalkan bersama,” ujar Wahyu.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta PTP agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat, disiplin, dan keberanian untuk menerima tantangan baru.

Menurut Wahyu, fokus utama PTP adalah membentuk karakter positif serta menumbuhkan motivasi berprestasi, bukan memberikan tekanan kepada peserta didik baru.

“Saya tegaskan tidak ada perploncoan. Hari ini kita juga mendeklarasikan Anti-Bullying sebagai komitmen bersama seluruh warga madrasah agar MTsN 1 Pati bebas dari tindakan perundungan,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan materi tentang tanda pengenal dalam kepramukaan, mulai dari fungsi atribut hingga tingkatan yang digunakan dalam organisasi Pramuka.

Suasana semakin meriah ketika peserta mengikuti berbagai permainan yang dirancang untuk melatih kerja sama tim. Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan penjelajahan sebelum akhirnya menjalani prosesi pelantikan sebagai Penggalang.

Salah seorang peserta, Sinta Dewi Maharani, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh banyak pengalaman baru sekaligus dibimbing langsung oleh kakak-kakak pembina.

Menurutnya, permainan estafet pulpen dan bola menjadi momen yang paling berkesan karena mengajarkan kekompakan sekaligus membuat suasana semakin menyenangkan.

Selain itu, Sinta mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai berbagai jenis atribut kepramukaan yang sebelumnya belum pernah ia ketahui.

“Alhamdulillah, sangat bermanfaat sekali. Saya jadi tahu banyak tentang atribut Pramuka yang sebelumnya belum saya pahami,” ungkapnya.

#pati #fyp #virals #jangkauan

Exit mobile version