MTs Tarbiyatul Banin Praktekkan Dzikir dan Sholawat Tiap Jum’at Pagi
WINONG, PATINEWS.COM
Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Banin Pekalongan, Kecamatan Winong Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Jumat Berkah, sebuah kegiatan pengamalan nilai-nilai dan ajaran _ahlussunnah waljamaah_ melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi sebelum pembelajaran dimulai.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru dan karyawan MTs Tarbiyatul Banin Madrasah Tahfidz dan sains Boarding school Pekalongan Winong Pati.
Kepala MTs. Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim menyampaikan bahwa di Madrasah Tarbiyatul Banin, kegiatan keagamaan sudah menjadi rutinitas di semua unit pendidikan mulai dari RA, PAUD, MI, MTs dan MA Tarbiyatul Banin. Di Madrasah Tarbiyatul Banin, setiap hari sebelum pembelajaran kelas, seluruh siswa-siswi mengawali kegiatan dengan pembacaan Asmaul Husna, dzikir, istighosah dan dilanjutkan pembacaan sholawat nabi, dan dilanjutkan sholat Dhuha di Masjid Jami’ Darussalam.
Setelah kegiatan dzikir dan sholawat baru dimulai pembelajaran kelas” ungkapnya.
Khusus di hari Jumat, di unit MTs. Tarbiyatul Banin selesai pembacaan Asmaul Husna dan istighosah tidak dilaksanakan salat Dhuha di masjid tetapi diganti dengan pembacaan maulid Nabi Al barzanji, yang mana petugasnya digilir setiap kelas, termasuk juga bapak ibu guru mengawali untuk membaca Al barzanji pada Jumat pahing.
Tujuan diadakannya kegiatan Jumat berkah ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang kokoh dan juga pembentukan karakter akhlakul karimah kepada seluruh siswa-siswi.
Lanjut Kiai Yusuf Hasyim menyampaikan bahwa khusus untuk hari Jumat Wage seluruh guru karyawan dan juga siswa-siswi diajak untuk melaksanakan zuyaroh di makam waliyul Qaryah Desa Pekalongan Ki Ageng rantai Kencono wulung.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Madrasah Tarbiyatul Banin ini adalah termasuk Madrasah tertua di wilayah Pati Selatan yang berdiri pada tahun 1930 Masehi. Didirikan oleh para Kyai dari Kajen Pati dan juga tokoh-tokoh masyarakat setempat. Semula Madrasah ini merupakan filial dari Madrasah Matholiul Falah Kajen, karena pada masa penjajahan pergerakan Kyai Haji Mahfudz Salam dilarang dan dibubarkan termasuk lembaga-lembaga pendidikan yang berafiliasi kepadanya, maka pada masa Jepang kemudian para tokoh masyarakat berinisiatif kembali untuk menghidupkan kembali madrasah ini dengan nama baru Tarbiyatul Banin hingga sekarang.
“Di Madrasah Tarbiyatul Banin menganut pada prinsip Qaidah _Almukhafadhatu ‘alal qadimis shalih wal ahdu bil jadidil ashlah_, yang mengintegrasikan keilmuan salaf dan modern secara proporsional,” tandas dia.
*Kontributor: Fikrul Umam
