fbpx
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Meron, Tradisi Lokal Pati Yang Perlu di lestarikan

patinews.com by patinews.com
15 Januari 2014
in Berita, event, Sejarah
Reading Time: 3 mins read
A A
8
175
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

IMG-20140115-WA0009Patinews.com – Sukolilo, Bertepatan dengan kalender Hijriah 13 Rabiul Awwal 1435 H (15/01/2014) di Sukolilo, salah satu kecamatan paling selatan kabupaten Pati yang berbatasan dengan kabupaten Grobogan menyelenggarakan tradisi Mauludan yang diselenggarakan satu tahun sekali menurut kalender Hijriah sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Meron adalah tradisi memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW juga berlangsung di kecamatan Sukolilo, 27 km arah selatan Pati. Upacara ini ditandai dengan arak-arakan nasi tumpeng yang menurut masyarakat setempat disebut Meron. Nasi tumpeng tersebut dibawa ke masjid Sukolilo sebagai kelengkapan upacara selamatan. Prosesi Meron tersebut diikuti oleh aneka ragam kesenian tradisional setempat. Setelah upacara selamatan selesai, nasi Meron kemudian dibagikan kepada seluruh pengunjung.

RelatedPosts

Sertijab Kasat Resnarkoba Polres Rembang Berlangsung Khidmat, Kapolres Tekankan Pemberantasan Narkoba

Subbid Provos Bid Propam Polda Jateng Laksanakan Gaktiblin di Polres Rembang

Lewat Polisi Sahabat Anak, Satlantas Rembang Kenalkan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Dini

Asal-usul tradisi meron

Pati dan Mataram mempunyai hubungan kekerabatan yang baik. Mereka sepakat mengembangkan Islam yang subur dan menentang setiap pengaruh kekuasaan asing. Banyak pendekar sakti mataram yang didatangkan ke Pati untuk melatih keprajuritan. Karena itu mereka harus tinggal berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di Pati. Ada seseorang bernama Ki Suta Kerta yang menjadi demang Sukolilo. Meskipun ayah dan kakeknya berasal dari Mataram dia belum pernah mengenal bumi leluhurnya. Tapi dia bersukur tinggal di Pesantenan karena kotanya juga makmur. Sebaliknya saudara Ki Suta yang bernama Sura Kadam ingin berbakti pada Mataram. Diapun pergi ke Mataram, ketika sedang bersiap menghadap Sultan, ada keributan. Ada seekor gajah mengamuk dan telah menewaskan penggembalanya. Sura Kadam pun berusaha mengatasi keadaan. Dia berhasil menjinakkan gajah dan menunggaginya, dia diangkat menjadi punggawa Mataram yang bertugas mengurus gajah. Suatu hari Sura Kadam bertugas memimpin pasukan Mataram menaklukkan Kadipaten Pati. Setelah perang usai Sura Kadam pun menjenguk sudaranya di kademangan Sukalilo. Demang Sura Kerta terkejut dan ketakutan. Dia takut ditangkap dan diringkus. Sura Kadam mengetahui hal itu dan menjelaskan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk menyambung tali persaudaraan dan dia sudah membaktikan diri pada Mataram. Dia minta izin supaya para prajurit diijinkan menginap di kademangan Sukolilo sambil menunggu saat yang tepat untuk kembali ke Mataram. Sura Kadam pun mengusulkan supaya mengadakan acara semacam sekaten untuk menghormati Maulud Nabi dan memberi hiburan pada rakyat. Kemudian mereka membuat gelanggang keramaian seperti sekaten. Rakyat menyambutnya dengan gembira. Karena itulah keramaian itu disebut meron yang berasal dari bahasa jawa rame dan iron-tiron-tiruan.

IMG-20140115-WA0006 IMG-20140115-WA0010 IMG-20140115-WA0008 IMG-20140115-WA0005 IMG-20140115-WA0001 IMG-20140115-WA0002 IMG-20140115-WA0003 IMG-20140115-WA0004
Dalam arak-arakan acara tersebut, diiring beberapa gunungan yang sangat khas, karena terbagi menjadi tiga bagian.
Bagian teratas adalah mustaka yang berbentuk lingkaran bunga aneka warna berisi ayam jago atau masjid. Ayam jago menyimbolkan semangat keprajuritan, masjid merupakan semangat keislaman, dan bunga simbol persaudaraan.
Bagian kedua gunungan itu terbuat dari roncean atau rangkaian ampyang atau kerupuk aneka warna berbahan baku tepung dan cucur atau kue tradisional berbahan baku campuran tepung terigu dan tepung. Ampyang melambangkan tameng atau perisai prajurit dan cucur lambang tekad manunggal atau persatuan.
Adapun bagian ketiga atau bawah gunungan disebut ancak atau penopang. Ancak itu terdiri ancak atas yang menyimbolkan iman, ancak tengah simbol islam, dan ancak ba wah simbol ikhsan atau kebaikan.

Sumber artikel : Wikipedia

Sumber Gambar: Gus Agus

Tags: meronpatisukolilo
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Sertijab Kasat Resnarkoba Polres Rembang Berlangsung Khidmat, Kapolres Tekankan Pemberantasan Narkoba
Berita

Sertijab Kasat Resnarkoba Polres Rembang Berlangsung Khidmat, Kapolres Tekankan Pemberantasan Narkoba

12 Februari 2026
15
Subbid Provos Bid Propam Polda Jateng Laksanakan Gaktiblin di Polres Rembang
Berita

Subbid Provos Bid Propam Polda Jateng Laksanakan Gaktiblin di Polres Rembang

12 Februari 2026
16
Lewat Polisi Sahabat Anak, Satlantas Rembang Kenalkan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Dini
Berita

Lewat Polisi Sahabat Anak, Satlantas Rembang Kenalkan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Usia Dini

12 Februari 2026
12
Polres Rembang Gelar Sosialisasi DIPA dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja T.A. 2026, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Berita

Polres Rembang Gelar Sosialisasi DIPA dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja T.A. 2026, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

11 Februari 2026
20
Satlantas Polres Rembang dan Jasa Raharja Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Sekolah-sekolah
Berita

Satlantas Polres Rembang dan Jasa Raharja Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Sekolah-sekolah

11 Februari 2026
16
Kasatlantas Polres Rembang Tunjukkan Sikap Humanis, Bantu Ibu-Ibu Membawa Belanjaan di Pasar
Berita

Kasatlantas Polres Rembang Tunjukkan Sikap Humanis, Bantu Ibu-Ibu Membawa Belanjaan di Pasar

10 Februari 2026
36
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cara Unik PJR Polda Jateng Tanamkan Kesadaran Lalu Lintas di Rest Area Km 275
  • Operasi, Satlantas Polresta Pati Sikat Knalpot Brong di Plaza Pragolo
  • Rakon PKK 2026 Digelar, TP-PKK Pati Fokus Stunting hingga Pencegahan Perkawinan Anak
  • Sertijab Kasat Resnarkoba Polres Rembang Berlangsung Khidmat, Kapolres Tekankan Pemberantasan Narkoba
  • 16 Sekolah Ikut Expo Pendidikan MTsN 1 Pati, Ratusan Siswa Kelas 9 Serbu Stand
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist