Mengapa Ternak Lele Sistem Bioflog di Indonesia Belum Pernah Berhasil?

Ketua DPW Petani Jateng: Subsidi Pupuk Kimia atau Proteksi Pupuk Kimia?

Ketua DPW Petani Jateng: Subsidi Pupuk Kimia atau Proteksi Pupuk Kimia?

Bertemu dan berdiskusi dengan kawan lama Prasetyo seorang Sarjana Maritim dan Oceanologu UNDIP mengatakan, yang saya tahu belum pernah saya melihat sistem budidaya lele bioflog di Indonesia berhasil seratus persen.

Apa sebabnya? Bahwa sistem bioflog adalah diadopsi dari luar negeri dan biasanya peternak bioflog tidak memfungsikan gas treatment yang berisi gas oksigen yang mahal.
Sehingga mereka sebenarnya menerapkan sistem semi bioflog.

Sistem bioflog adalah terdiri dari Red water treatment dan green water treatment. Perbedaannya adalah sistem RWT adalah pengembangan bakteri Airop untuk menjaga kehidupan plangton di air. Dan dengan penggunaan susu probiotik atau yakult.

Dia sendiri mempraktekkan sistem GWT. Namun gagal karena dalam sehari semalam terjadi hujan tiga kali dengan menjadikan keasaman air tinggi. Sehingga pada pemberian kapur dolomit hujan ketiga tidak mampu mempertahankan kehidupan lele sedangkan penggunaan garam tidak dia lakukan karena kulit lele tidak sakit. Hujan spt ini tidak mampu disangga oleh penutup yang menggunakan plastik atau fiber.

Tentang sistem biosirkulasi dia berkata bedanya adalah bioflog tidak mengganti air sampai panen. Sedangkan biosirkulasi harus mengganti air paling lama seminggu sekali.
Jadi untuk peternakan lele yang modern butuh ketekunan dan ketelitian untuk mencapai keberhasilan, tidak seperti sistem konvensional.

Dibuat : Dumadi Tri Restiyanto
Ketua DPW Petani Jateng

Exit mobile version