• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

KH. Mas’adi, Kyai Alim yang Ramah dan Sederhana

patinews.com by patinews.com
21 November 2020
in Berita
Reading Time: 3 mins read
A A
0
KH. Mas’adi, Kyai Alim yang Ramah dan Sederhana
665
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

KH. Mas’adi, Kyai Alim yang Ramah dan Sederhana

Adalah KH. Mas’adi yang menurutku Kyai alim nan rendah hati, sederhana, bersahaja dan mau menerima tamu siapapun orangnya. Mulai dari kalangan rajyat jelata, miskin, bodoh, anak jalanan sampai para kalangan dengan kedudukan timggi. Sepengetahuan saya pada awal tahun 2000 an sampai tahun 2008 saat Mbah Mas’adi menikah dengan bu lek saya Musyarofah di Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, beliau adalah ulama’ kyai alim tinggi ilmunya, wira’i, namun terkesan tidak mau menonjolkan dirinya.

Saat awal-awal bertemu beliau. saya mendapat cerita dari istrinya Musyarofah (Bu lek saya ) bahwa kepindahan tempat tinggal beliau yang awalnya di Sinanggul Kabupaten Jepara menuju dekat Kajen salah satu alasannya karena beliau ingin ‘mendekat’ dengan guru beliau yakni Mbah Salam Kajen.Saat itu saya mengetahui akad nikah beliau dengan Bu lek saya bernama Musyarofah. Beliau Mbah Mas’adi saat itu statusnya sendirian. Anak-anak beliau ada yang sudah berumah tangga di Jepara dan Semarang.

RelatedPosts

Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

Sipropam Polres Rembang Gelar Gaktiblin, Tegakkan Disiplin dan Profesionalisme Personel

Ketua DPRD Pati Soroti Efisiensi Anggaran: Semua Pejabat Harus Siap Dievaluasi

Tanggal, bulan dan tahun kelahiran beliau, Mbah Mas’adi tidak saya kettahui pasti. Namun beliau mengatakan usia saat itu (2000an) sudah hampir 90 tahun. Mbah Mas’adi sepengetahuan saya adalah sosok yang bersahaja, sederhana dan banyak senyum. Saat itu saya dihadapan beliau dibuat akrab. Disamping memang saya dianggap keponakan ( dari bu lek saya Musayarofah yang merupakan istri beliau), juga beliau mau berkenan bercerita tentang sejarah masa lalu. Beliau dengan lancar bercerita sejarah baik masa sebelum kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan. Saya yang suka dengan sejarah masa lalu, dengan antusias mendengarkan dengan seksama.

Saat itu suasana ndalem beliau sangat adem dan tentram. Ndalem (rumah) beliau sangat sederhana, hanya berpapan kayu (gawan, bawaan dari Sinanggul Jepara) juga alas rumah hanya ‘mester’ plester semen biasa. Perabotan kursi meja dan lemari masih terlihat tua. Hiasan rumah hanya ada pajangan gambar peta. Dimeja terlihat tumpukan kitab-kitab kuning seperti Al-hikam dan sebagainya.

Teringat dahulu saat saya sering sowan ke rumah beliau yang hanya berjarak 500 meter di belakang rumah saya, terlihat nyata beluau sangat ramah dan tawadlu’ dalam menerima tamu siapapun. Pun demikian saat beliau mau menerima ‘jejagongan’ dengan saya. Alhamdulillah memang ‘garwo’ istri beliau yakni Bu lek Musyarofah adalah adik dari bapak saya, Ali Murtadlo.

Waktu berkesempatan sowan, beliau bercerita bahwa dulu pernah berguru mengaji belajar agama pada kyai-kyai Kajen seperti Mbah Salam. Juga pada kyai di Bulumanis (saya lupa nama gurunya) Saya berrtanya pada beliau :” saat panjenengan berguru pada Kyai-kyai Kajen, nitih (naik ) kendaran nopo Mbah ?”. Beliau menjawab mengendarai sepeda onthel dari Sinanggul Jepara melewati Lereng timur Gunung Muria lalu ketimur terus sampai Desa Kajen. Juga beliau bercerita tentang keadaan dan suasana tahun-tahun sebelum kemerdekaan di Kajen dan sekitarnya.

Banyak yang beliau jelaskan. Beliau mengaku dahulu menyukai sosok tokoh-tokoh penggerak kemerdekaan bangsa ini. Bagaimana pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh pejuang dahulu. Memang saat itu saya pribadi berfikir, Mbah Mas’adi adalah sosok Kyai ulama’ yang mengetahui (menangi) zaman. Saya kagum meski berusia sepuh, beliau masih kuat ingatannya.Syukur alhamdulillah, saya merasa beruntung pernah diberi kesempatan bertemu sosok yang membuat hati saya tentram dan sejuk. Suasana pada waktu itu sebagai pertemuan yang berkesan mendalam sampai saat menulis di media ini.

Keulama’an tinggi beliau terlihat saat ada beberapa orang dari daerah Juwana bermaksud ingin berguru mengaji. Mbah Mas’adi mau mengajarkan Kitab Hikam pada malam hari di kediaman beliau Desa Ngemplak Kidu Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. ‘Ndalem’ beliau perbatasan dengan Desa Kajen, desa pesantren.
Saat idul fitri beberapa Kyai Kajen bersilaturahmi ke rumah beliau. Juga ada beberapa orang santri yang mengaji pada beliau. Tak hanya mengajarkan ilmu kitab klasik juga mengajarkan wirid, ijazah dan nasihat-nasihat hikmah yang memberi solusi hidup dengan cara penyampaian menyejukkan. Pernah.saya mengalami kebingungan masalah. Beliau.dengan sikap bijaksana.dan arif memberi.saya nasihat do’a-do’a.Alhamdulillah tak hanya saya juga orang-orang yang sowan pada beliau tercerahkan. Karakter beliau mengayomi. Tidak sekalipun terlihat beliau membeda-bedakan derajat orang.

Ada banyak orang yang berkata bahwa Mbah Mas’adi adalah Kyai yang sederhana dan melakukan sendiri apa yang.bisa beliau lakukan. Saya sendiri pernah melihat langsung beliau sendirian naik bis umum menuju Sinanggul Jepara. Bahkan cerita tetangga saya, Mas Wawan bahwa dia diminta Mbah Mas’adi memboncengkan motor menuju Pati. Dengan kaos oblong dan bercelana pendek, Mbah Mas’adi mau di.boncengkan sepeda motor, Subhanalloh. Saya pikir, ada ya Kyai alim ilmunya dan sepuh sesederhana dan bersahaja itu. Juga ada pengakuan dari Saudara Mujab, santri Kulon Banon Kajen yang bercerita bahwa Mbah Mas’adi adalah sosok yang yang sabar.

Hmmm….dengan kesedihan mendalam pada tahun 2008 Mbah Mas’adi wafat di kediaman beiau disamping.istri, Musyarofah. Sebenarnya saya agak menyesal tidak bisa menyaksikan langsung prosesi pemakaman beliau di Pemakaman barat Komplek Makam Waliyullah Syeh Ahmad Mutamakin Desa Kajen. Kenapa ? Saat itu saya bulan Nopember sampai Desember 2008 masih menjalani tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Pati di Desa Deras Kecamatan Kedungjati, Grobogan. Saya sebagai Ketua tidak bisa pulang dan berta’ziyah karena memang keadaan yang tak memungkinkan. Namun iringan permintaan ma’af dan do’a pada Bu lek Musyarofah sebagai istri Mbah Mas’adi kan terkirim. Lewat Hand Phone saya sampaikan bahwa saya selalu mendo’akan kepada Mbah Mas’adi. Memang saat itu sebelum wafat, beliau sudah dua tahunan sakit stroke. Saat sakit beliau, terlihat kesabaran luar biasa.

Selamat jalan Mbah Mas’adi, semoga khusnul khotimah, segala amal ibadah dan pengajaran panjenemgan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin. Al fatihah.

Penulis : Imam Muhlis Ali

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Berita

Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

26 Mei 2026
14
Sipropam Polres Rembang Gelar Gaktiblin, Tegakkan Disiplin dan Profesionalisme Personel
Berita

Sipropam Polres Rembang Gelar Gaktiblin, Tegakkan Disiplin dan Profesionalisme Personel

26 Mei 2026
18
Bambang Susilo, Ali Badrudin, Hardi, DPRD Pati
Berita

Ketua DPRD Pati Soroti Efisiensi Anggaran: Semua Pejabat Harus Siap Dievaluasi

25 Mei 2026
22
Ali Badrudin, DPRD Pati
Berita

Tunjangan Rumah DPRD Pati Disorot, Ketua DPRD: “Kalau Demi Rakyat, Kami Siap Dievaluasi”

25 Mei 2026
20
Gedung DPRD Kabupaten Pati
Berita

DPRD Pati Soroti Trauma Santriwati Korban Kasus Ponpes Ndholo Kusumo: “Jangan Hanya Dipindah, Mentalnya Juga Harus Dipulihkan”

25 Mei 2026
16
Eko Kuswanto, DPRD Pati
Berita

252 Santri Ponpes Ndholo Kusumo Direlokasi, DPRD Pati: Pendidikan Anak Jangan Sampai Terputus

25 Mei 2026
15
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
  • Pati Kebagian Sapi Kurban Presiden Prabowo, Simental 1,05 Ton Bernama “Arjuno” Diserahkan ke Warga Pucakwangi
  • Sipropam Polres Rembang Gelar Gaktiblin, Tegakkan Disiplin dan Profesionalisme Personel
  • Hadiri Pertemuan GOW di Agro Jolong, Plt Bupati Pati Ajak Organisasi Perempuan Jadi Motor Ekonomi Lokal
  • Hadiri Pertemuan GOW di Agro Jolong, Plt Bupati Pati Ajak Organisasi Perempuan Jadi Motor Ekonomi Lokal
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.