Kemenag RI Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 1 Pati
Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Kementerian Agama RI, Abdul Basit, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di MTsN 1 Pati, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Katim Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Juair.
Dalam pemaparannya, Abdul Basit menjelaskan filosofi lahirnya Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas atas keprihatinan Menteri Agama terhadap berbagai persoalan global, mulai dari dehumanisasi, konflik bersenjata di sejumlah wilayah seperti Gaza, Afrika, dan Timur Tengah, hingga krisis lingkungan dan pemanasan global.
“Perang selalu berawal dari kebencian. Spirit KBC adalah membangun kehidupan global yang saling menghormati, menghargai, dan menyayangi, sehingga tidak ada lagi negara yang merasa paling berkuasa dan menindas negara lain,” ujar Basit.
Selain konflik kemanusiaan, ia menambahkan bahwa krisis lingkungan dan bencana alam yang semakin sering terjadi juga menjadi latar belakang penting lahirnya KBC. Menurutnya, kerusakan alam banyak disebabkan oleh perilaku manusia yang abai terhadap nilai kasih sayang terhadap sesama dan lingkungan.
“Berdasarkan dua persoalan besar tersebut, Bapak Menteri meminta kami menginisiasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai salah satu solusi bagi dunia,” jelasnya.
Basit menegaskan bahwa KBC bersifat fleksibel dan dapat diimplementasikan dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembiasaan di lingkungan madrasah. Ia menilai, banyak aktivitas siswa yang sejatinya telah memuat nilai-nilai KBC sehingga penerapannya tidak akan menemui kendala berarti.
“KBC adalah ruh dari implementasi kurikulum. Ia menjadi penyeimbang antara capaian akademik dan kebutuhan emosional peserta didik,” tegasnya.
Menurut Basit, keberhasilan implementasi KBC sangat bergantung pada kesamaan spirit seluruh pemangku kepentingan di madrasah. Jika seluruh stakeholder memiliki semangat kasih sayang dalam mendampingi siswa, maka KBC dapat berjalan optimal.
Di akhir sesi, Abdul Basit memberikan apresiasi tinggi kepada MTsN 1 Pati yang dinilai responsif dan adaptif terhadap kebijakan-kebijakan baru Kementerian Agama.
“MTsN 1 Pati selalu terdepan. Setiap kebijakan baru dari Kementerian Agama, madrasah ini selalu hadir paling awal untuk mengimplementasikan, termasuk KBC. MTsN 1 Pati mampu mengadaptasi dan mengakselerasi kebijakan dengan cepat. MTsN 1 Pati, keren,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pati Wahyu Hidayat menyambut positif penguatan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai KBC sejatinya telah lama diterapkan melalui berbagai kegiatan pembiasaan karakter di madrasah.
“Bagi kami, KBC sebenarnya sudah berjalan melalui pembiasaan karakter yang rutin dilakukan. Namun, arahan langsung dari pemangku kebijakan tentu semakin menguatkan komitmen kami untuk lebih konsisten dalam pelaksanaannya,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan MTsN 1 Pati berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga ramah, humanis, dan berlandaskan nilai kasih sayang.
#pati #jateng #fyp #virals #story #jangkauansemuaorang







