Karnaval Haul Syeh Jangkung Mbah Sugiah Desa Ngetuk, Nguri-Nguri Budaya Jawi Gunungwungkal
GUNUNGWUNGKAL, PATINEWS.COM
Desa Ngetuk, Kecamatan Gunung Wungkal, dipenuhi keceriaan pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB, dengan digelarnya karnaval yang bertujuan memperingati Haul Syeh Jangkung Mbah Sugiyah. Acara ini digelar di Dukuh Landoh, Desa Ngetuk, di sekitar petilasan Waliyullah Syeh Jangkung Mbah Sugiyah, yang konon menjadi cikal bakal Desa Ngetuk.
*SDN Ngetuk 01*, sekolah dasar setempat, juga turut ambil bagian dalam memeriahkan acara dengan kehadiran seluruh sivitas akademik. Siswa-siswi, guru, penjaga sekolah, dan wali murid turut serta mengikuti acara dari awal hingga selesai.
Kepala Desa Ngetuk, *Ali Ersat*, membuka acara karnaval pukul 14.00 WIB. Rute karnaval dimulai dari Dukuh Landoh, melewati petilasan Syeh Jangkung Mbah Sugiyah, hingga mencapai titik finish di Balai Desa Ngetuk.
Siswa-siswi dari *SDN Ngetuk* menjadi pengisi pawai dengan Drumband sebagai ikon, menyajikan pertunjukan utama berkonsep “ANOMAN OBONG” dengan tujuan menguri-uri budaya Jawi. Inisiatif ini diambil untuk memperkenalkan cerita pewayangan sebagai bagian dari falsafah kehidupan sejak dini.
*Bapak Nova*, salah satu guru dan koordinator penampilan, menyatakan kekhawatiran bahwa siswa saat ini lebih terpaku pada game di gadget mereka, kurang mengenal wayang sebagai kebudayaan Indonesia. Dengan mengenalkan tokoh-tokoh pewayangan sejak dini, mereka berharap anak-anak dapat melihat nilai luhur dalam cerita tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngetuk Ali Ersat menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. Selain sebagai agenda tahunan, Haul Syeh Jangkung diharapkan menjadi momen pembelajaran untuk anak-anak muda, agar mereka tidak melupakan warisan budaya dan tradisi leluhurnya. “Syeh Jangkung adalah waliyullah yang telah membentuk desa ini. Kami berharap generasi penerus bangsa bisa melanjutkan tradisi ini dan menjaga warisan budaya desa dengan baik,” ujar Ali Ersat.
(*)
