HMPS PMI IPMAFA Langsungkan Webinar Strategi Peningkatan Peran Fasilitator dalam Sektor Wisata

HMPS PMI IPMAFA Langsungkan Webinar Strategi Peningkatan Peran Fasilitator dalam Sektor Wisata

HMPS PMI IPMAFA Langsungkan Webinar Strategi Peningkatan Peran Fasilitator dalam Sektor Wisata

HMPS PMI IPMAFA Langsungkan Webinar Strategi Peningkatan Peran Fasilitator dalam Sektor Wisata

Oleh : Alfiyah

Jumat, 22 Januari 2021 Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Mayarakat Islam Institut Pesantren Mathali’ul Falah (HMPS PMI IPMAFA) melangsungkan Webinar dengan tema “Strategi Peningkatan Peran Fasilitator dalam Sektor Pariwisata” melalui media Zoom Meeting. Kegiatan Webinar ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi program kerja prioritas dari HMPS PMI IPMAFA periode 2019/2020.

“Webinar ini merupakan langkah antisipatif teman-teman HMPS PMI IPMAFA untuk tetap melakukan program kerja meskipun dalam teknis yang berbeda yaitu Webinar”, tutur Nur Khoiriyah, Kepala Program Studi PMI IPMAFA.

Sebelum Webinar dimulai peserta diajak untuk menikmati video dokumenter hasil wawancara bersama Pengelola Wisata Pantai Kertomulyo yaitu M. Azhar Fikri.

“Pantai Kertomulyo ini merupakan aksi branding untuk mencintai lingkungan, sebab 50% hasil dari pariwisata dialokasikan untuk konservasi dan rehabilitasi lingkungan dengan mekanisme setiap satu motor pengunjung dikenakan senjumlah tarif agar bisa masuk akses wisata. Jika dikalkulasi, satu motor pengunjung bisa menyumbang satu pohon mangrove”. Ujar M Azhar Fikri ditengah-tengah menyampaikan materinya.

Lebih lanjut Fikri menyampaikan, dalam pengelolaan wisata pihak pengelola selalu mengupayakan Sapta Pesona, yaitu mengupayakan tempat wisata dalam kondisi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, kenyamanan, ramah, dan penuh kenangan.

Selain itu, M. Farid Abbad Aktivis Sosial dan Kebudayaan Kajen menyampaikan dalam materi akan pentingnya menjaga 5 hal penting yang perlu diperhatikan fasilitator dalam mengembangkan sektor wisata yaitu : pengetahuan tentang kondisi lokal, mempelajari legal formal pariwisata, kondisi ekologi, tools (perangkat pendukung wisata) dan sustainability (keberlanjutan).

“Dalam konteks ini dapat diartikan bahwa pengembangan sektor wisata tidak sekedar membangun tempat wisata, tapi juga meliputi penataan kawasan (restorasi), artinya tidak hanya bagaimana dalam kawasan tersebut ada pelesatarian, peningkatan sumberdaya, permukiman yang harus ditata, perubahan perilaku, sampai pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal.” Ujar Sri Naharin, Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat yang menjadi pemateri ketiga dalam webinar ini.

Secara umum diharapkan para peserta dapat memperoleh manfaat dari adanya webinar dengan turut serta dalam pengembangan wisata didaerahnya masing-masing atau minimal menjadi pengunjung di wisata lokal yang dikembangan. Hal ini artinya, turut menghidupi dan memberikan dukungan kepada para pegiat wisata terutama di kawasan lokal.

(*)

Exit mobile version