Hari Anak Nasional 2026, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan untuk Cegah Kecelakaan Sejak Dini

Hari Anak Nasional 2026, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan untuk Cegah Kecelakaan Sejak Dini

 

JAKARTA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dimanfaatkan PT Jasa Raharja (Persero) untuk memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih banyak melibatkan pelajar dan kelompok usia produktif.

 

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan setiap anak berhak tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman, termasuk saat beraktivitas di jalan raya. Karena itu, edukasi keselamatan dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan.

 

“Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, edukasi kepada pelajar dan mahasiswa akan terus kami perkuat sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas,” ujar Awaluddin.

 

Ia menjelaskan, Jasa Raharja kini tidak hanya berfokus pada pemberian santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui berbagai program edukasi di lingkungan pendidikan.

 

Menurutnya, materi keselamatan diberikan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan, mulai dari anak usia dini hingga mahasiswa, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Jasa Raharja telah menggelar Safety Campaign di delapan taman kanak-kanak dan sekolah dasar yang diikuti 198 peserta didik. Sementara di tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi, program serupa telah menjangkau 139 sekolah dengan melibatkan 13.095 pelajar dan mahasiswa.

 

Kelompok pelajar dan mahasiswa menjadi perhatian khusus karena sebagian besar telah aktif menggunakan kendaraan bermotor dan termasuk kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas.

 

Selain menyasar peserta didik, Jasa Raharja juga memperkuat peran tenaga pendidik melalui Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL).

 

Di tingkat TK dan SD, program tersebut telah melibatkan 80 guru di dua satuan pendidikan. Sedangkan pada jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi, sebanyak 29.974 tenaga pendidik dari 509 sekolah dan kampus telah ikut berpartisipasi dalam menyampaikan edukasi keselamatan kepada para siswa dan mahasiswa.

 

“Guru dan dosen memiliki peran strategis. Melalui para pendidik, pesan keselamatan dapat terus ditanamkan kepada peserta didik secara berkelanjutan sehingga menjadi bagian dari budaya sehari-hari,” kata Awaluddin.

 

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Jasa Raharja juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas hingga instansi terkait, untuk bersama-sama menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

 

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan lahir generasi Indonesia yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.

Exit mobile version